Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Steven Kandou Bangkitkan Tenis Sulut

Republiknews
Rabu, 24 November 2021, November 24, 2021 WIB Last Updated 2021-11-25T03:33:46Z


Republiknews.com – Jakarta, Tenis Sulawesi Utara mulai bangkit, suatu kesimpulan yang tidak muluk muluk diakhir tahun 2021 karena gebrakan gebrakan baru yang telah dilakukan oleh Steven Kandou selaku Ketua Pengprov Pelti Sulawesi Utara


Menyadari sekali apa yang terjadi di ajang akbar 4 tahunan sekali yaitu Pekan Olahraga Nasional XX Papua ternyata Sulut tidak ada wakilnya di cabor Tenis.


Tetapi ada temannya dengan nasib yang sama yaitu Gorontalo, Sulteng, Sulbar, Sultra dan Sulsel. Ini sejarah dalam pertenisan nasional, tercatat baru kali ini tidak ada wakil dari Sulawesi di cabor tenis.


Sulut terakhir tampil di PON XVII yang waktu itu sempat Gubernur Sulut Sinyo H Sarundayang (alm) mengunjungi atlet atletnya di Balikpapan.


Coba dilihat dalam sejarah tenis Indonesia. Sulut terkenal dengan peranannya di pertenisan nasional dengan atlet-atlet jebolannya. Sejak PON V 1961 selalu ada nama-nama petenis dari Sulawesi Utara yang berkecimpung di pertenisan nasional.


Sebenarnya akhir-akhit ini banyak muncul petenis yunior asal Sulawesi Utara, tetapi dengan ketidak pedulian Pelti Sulut berakibat atlet-atlet tersebut mengalihkan perhatiannya ke cabang olahraga Soft Tennis.


Setelah menerima masukan-masukan, Ketua Pengprov Pelti Sulut Steven Kandou membuat gebrakan gebrakan sendiri,


Dimulai lakukan kompetisi invitasi sesama petenis potensial yang masih bercokol di Manado, karena beberapa petenis potensial tersebut sudah hengkang dari Manado mengadu nasib ke Jakarta setelah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulut akibat kekecewaannya terhadap janji-janji seperti yang dikemukakannya.


Kompetisi internal ini sudah berlangsung beberapa bulan terakhir

Kompetisi ini sebagai langkah inventaris petenis potensial yang saat ini dimiliki Sulawesi Utara.


Sebagai persiapan atlet tenis menghadapi PON XXI mendatang. Harus dimulai dari sekarang karena harus diingat bahwa bukan tujuannya yang terpenting tetapi lebih penting adalah prosesnya


Masalah dana yang biasanya merupakan kendala klasik tapi bagi Pelti Sulut bukan masalah karena sudah dipersiapkan bagi program tahun 2022 asal digunakan dengan tepat sasaran.


Sebenarnya dana yang tersedia merupakan modal dasar untuk mendapatkan sponsor. Income Pelti adalah salah satunya dari turnamen-turnamen itu.


Budget dibuat untuk turnameñ maksimal tetapi realisasinya harus bisa minimal sehingga ada dana lebih untuk program pembinaan lainnya yang butuh dana besar.


Gebrakan baru Pelti Sulut dengan mengirim 7 atlet yunior ke Jakarta untuk try out mengikuti sejumlah turnamen nasional di Jakarta.


Begitu juga diselenggarakan Turnamen Nasional Panglima Cup yang terkenal di era tahun 1969 an bagi petenis seluruh Sulawesi.


Panglima Cup yang sudah menjadi TDP (Turnamen Diakui Pelti) digelar awal Desember 2021, kemudian diikuti Gubernur Sulut Cup diadakan sebelum Panglima Cup.


Untuk tahun 2022 sudah disiapkan turnamen-turnamen resmi di lapangan tenis Sario. Minimal 3 turnamen nasional yaitu turnamen Paskah, HUT Provinsi Sulut dan Christmas, tetapi masih dilupakan turnamen internasional yang pernah diselenggarakan Pengprov Pelti Sulut dibawah pimpinan Vicky Lumentut. Disini perlu kejelian Pengprov Pelti Sulut dengan PP Pelti.


Semangat ini yang perlu dukungan dari rekan-rekan yang duduk di Pelti lainnya.


Kegiatan mendukung lainnya sudah dilakukan oleh Pengkab Pelti Minahasa sejak terbentuknya kepengurusan baru. Pelti Minahasa sudah menggelar turnamen yunior. Untuk tahun 2022 dianjurkan menjadi TDP Nasional. Tinggal tunggu aktivitas Pelti kota Manado yang ditunggu buat gebrakan baru.


Sulawesi Utara sudah memiliki sarana lapangan tenis yang memadai walaupun mulai ada kecenderungan menurun petenis yunior, tetapi masih ada petenis potensial lainnya yang butuh perhatian dari Pelti Sulut.


Seharusnya di Sulawesi Utara bisa lebih dari 3 TDP seperti direncanakan oleh Ketua Pelti Sulut yaitu Piala Pelti Minahasa, Piala Bupati Minahasa, Piala Walikota Manado atau juga Piala Bhayangkara, piala Bank SulutGo (dalam rangka HUT) dan lain-lain. Manfaatkan hari ulang tahun instansi yang ada di Sulut. Ini harus bisa di wujudkan.


Harus diakui selama ini komunikasi yang dilakukan dari atas kebawah (Top down) baru bergerak padahal kesibukan-kesibukan Ketua Pelti Sulut harus dipikirkan juga.


Seharusnya dari bawah keatas (Bottom up) lazimnya dilakukan suatu organisasi olahraga. Ketua cukup ungkapkan visi dan misinya Kemudian jajaran dibawahnya mengimplementasikan visi dan misi Ketuanya. 


Disini dibutuhkan peranan motor organisasi yaitu peranan Sekretaris.


Asa masyarakat tenis baik di Sulut maupun Kawanua lainnya untuk tahun 2022 bisa menghasilkan petenis potensial. Syaratnya program ini harus didukung sepenuhnya oleh rekan-rekan Pengurus di Pelti Sulut.


Hilangkan intrik-intrik politik adanya yang kelihatan sulit dihindari. #AyoTenisSulutBangkit.(August Ferry Raturandang adalah pemerhati dan pembina tenis). (TOR/talia).

Iklan

iklan