Terkini

Bantuan Mulai Tiba di Palu Dan Donggala

Saturday, 29 September 2018

Republiknews.com -Palu
Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala menyebabkan infrastruktur hancur total. Korban jiwa yang tercatat dari BNPB menyebutkan sudah 420 orang, sementara 540 orang luka berat yang tersebar di 6 Rumah sakit di kota Palu

Sementara itu, hingga saat ini masih ada 16.732 pengungsi yang teraebar di 24 titik, sedangkan 225 pengungsi lainnya sudah tiba di Makassar

Sabtu( 29-09-2018) Pangkalan TNI AL Juanda Sidoarjo, mengirimkan 100 anggota marinir yang diberangkatkan dari Sidoarjo, serta 1 buah mobil ambulan menggunakan pesawat Hercules menuju Palu dan Donggala umtuk membantu proses evakusi

Bantuan berupa makanan dan minuman dari Manado, beserta kelengkapan kesehatan bertolak sabtu sore melalui jalur laut, ikut serta dalam perjalanan tersebut 8 orang Tim SAR

Dirjen kelautan Bitung, membuka posko untuk membawa bantuan dan relawan menuju Palu dan Donggala pada minggu sore tanggal 30 september 2018

Polda Sulsel mengirim anjing pelacak untuk membantu evakusi pasca gempa dan tsunami di Palu dan Donggala

Hingga saat ini, informasi bentuk bantuan untuk korban pasca gempa dan tsunami di Palu dan Donggala masih akan terus di update.

Pantauan republiknews di kota Palu, hingga saat ini masih bisa dikatakan sama seperti kemarin pasca gempa terjadi, suasan gelap gulita karena listrik belum berfungsi yang juga berdampak pada komunikasi yang terputus

Menurut sejumlah informasi bahwa, dibutuhkan 7 gardu induk untuk mampu memulihkan sistem komunikasi di kota Palu dan Donggala, namun hingga saat ini diketahui baru 2 gardu induk milik PLN yang sudah berfungsi, dan masih belum bisa membantu sistem komunikasi

BBM adalah salah satu kebutuhan bagi warga di kota Palu dan Donggala selain makanan dan obat-obatan.

Sementara itu, aktifitas umumnya warga terlihat kondusif, khususnya warga yang berdomisili di pesisir pantai sudah  seluruhnya mengungsi, meski masih ada sejumlah warga yang mengais sisa harta benda mereka yang  sekiranya masih bisa digunakan.



Republiknews.com












No comments:

Post a Comment