Humanis Mengantar Polres Bitung Raih Juara Pertama di PMF Jakarta.

Jakarta-Republiknews
(24/06/2018) Kreativitas Polres Bitung layak diacungi jempol dalam suksesnya meraih juara pertama Police Movie Festival yang di gelar oleh Kepolisian Republik Indonesia.

AKP. Andry Permana, SIK menerima penghargaan

Melalui film pendek yang diberi judul "Humanis" Polres Bitung yang dipimpin Kapolres AKBP. Philemon Ginting, Sik, MH serta di sutradarai oleh Kasat Lantas AKP. Andry Permana, SIK menyabet Penghargaan Terbaik.

Film Humanis,  dalam kisahnya  menceritakan  seorang  anak yang sangat anti dengan polisi dikarenakan kejadian orang tuanya, hingga si anak sangat trauma dan sangat antipati terhadap anggota Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Bitung, yang diperankan  Eben Haezar Subagyo.


Disinilah Eben sapaan akrabnya sukses memerankan jadi satuan polisi lalu lintas dengan gayanya yang kocak dan konyol, yaitu bisa mengubah pola pandang si anak yang semula membenci polisi hingga berbalik dan bercita - cita menjadi anggota polisi.

Kasat Lantas Polres Bitung AKP. Andry Permana, SIK mewakili Polres  Bitung dan selaku Sutradara  film Humanis menerima penghargaan Police Festival Movie (PMF) di Jakarta.
dan dikabarkan  akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Festival International di USA.

Ucapan terimakasih oleh Kasat Lantas disampaikan  kepada seluruh crew dan seluruh masyarakat kota Bitung  dalam dukungannya, sehingga film pendek Humanis sukses dan berhasil meraih juara pertama dari ratusan film  yang diikuti oleh seluruh jajaran Kepolisian Indonesia yang ditampilkan  pada festival tersebut, ungkap Andy

Republiknews.com/ Sodiq

Tragedi di Danau Toba Kembali Terjadi

Ilustrasi foto sumber blog reservasi.com

Medan- Republiknews
Dilansir dari medan-tribunnnews.com, Belum usai tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba saat berlayar dari dermaga Simanindo, Kabupaten Samosir menuju dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin (18/6/2018) lalu, kini terjadi lagi kecelakaan KM Ramos Risma Marisi di Danau Toba, tepatnya di Nainggolan, Kabupaten Samosir.

Kecelakaan ini dikabarkan terjadi pada hari Jumat (22/6/2018) malam sekitar pukul19.00 WIB.

Informasi awal dari grup whatsapp Polres Samosir menyebutkan, bahwa jumlah penumpang sebanyak 5 orang laki-laki. 

Untuk sementara, korban selamat 4 orang dan 1 orang masih dalam pencarian. 

Lokasi kejadian antara Muara Nainggolan, Kabupaten Samosir menuju pulau Sibandang, Tapanuli Utara.

Titik koordinat kecelakaan disebutkan di area 02. 24'N 98.54' E radial dari Posko Tigaras Kabupaten Simalungun ke LKP 170° dengan jarak sekitar 70 kilometer.

Atas terjadinya kecelakaan tersebut, KM Petrus dan KM Horas Bunda langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi SAR.

"Untuk sementara, penyebab kecelakaan KM Ramos Risma Marisi, karena diduga mati mesin dalam cuaca hujan deras, angin kencang, dan kuatnya ombak," demikian laporan yang diterima Tribun-Medan.com, Jumat (22/6/2018) malam.  

Menurut informasi yang diperoleh Tribun-Medan.com dari Kabag Operasional Polres Samosir
Kompol B Naibaho, Jumat (22/6/2018) sekitar pukul 19.00 WIB, KM Ramos Risma Marisi berlayar dari Pulau Sibandang, Kabupaten Tapanuli Utara menuju Pelabuhan Muara Nainggolan, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir.

Kapal tersebut tengah mengangkut penumpang.

Setelah penumpang diantar ke Pelabuhan Muara Nainggolan, kapal tersebut kembali menuju Pulau Sibandang.

Dalam pelayaran, di danau, mesin kapal mati.

"Jumlah penumpang dan ABK Kapal tersebut adalah 5 orang. Kemudian 2 di antaranya mencoba melompat dari kapal untuk berenang ke Pelabuhan Nainggolan untuk meminta pertolongan. Akan tetapi dari kedua  orang yang berenang ke pelabuhan Nainggolan, yang sampai adalah 1 orang dan 1 orang lagi tidak tampak/sampai," kata Kompol B Naibaho dalam pesan tertulisnya.

Adapun nama yang ada di dalam kapal tersebut adalah Joifan situmorang, Rahmat Dani, Sahat simorangkir Jolom Sipayung, dan Ama Monang Lumban Raja.

"Untuk pencarian korban yang hilang atas nama Rahmat Dani, masih dilaksanakan penyisiran di sekitar danau. Perlu kami sampaikan kapal tersebut bukan tenggelam, tetapi terdampar," ujar Kompol Naibaho.

Warga menyebut, penyebab kecelakaan kapal karena menabrak keramba warga.

Kapal motor tersebut kemudian mengalami mati mesin dalam keadaan cuaca hujan deras, angin kencang dan ombak yang cukup tinggi hingga membuat kapal tersebut oleng.

Republiknews.com/ Muhammad Safrizal












Militer Indonesia Terkuat Diatas Korea Utara dan Israel

Ilustrasi foto sumber sindonews.com

Nasional - Republiknews
Melansir dari sindonews.com, Situs Global Firepower kembali merilis peringkat kekuatan militer negara-negara di dunia. Dalam peringkat terbaru itu, kekuatan militer Indonesia masuk dalam daftar 15 besar dunia.

Seperti disitir Sindonews, Rabu (20/6/2018), Indonesia berada di peringkat 15, turun satu peringkat dari tahun lalu. Namun peringkat ini di atas sejumlah negara ASEAN seperti Vietnam (20), Thailand (27), Myanmar (35), Malaysia (44), Filipina (52), dan Singapura (67).

Tidak hanya itu, peringkat Indonesia juga lebih baik dari Israel (16) dan Korea Utara (18) serta Australia (21). 

Dalam menyusun peringkat kekuatan militer negara-negara di dunia, situs Global Firepower Index memasukkan unsur jumlah personil militer, pesawat tempur, tank, hingga total aset angkatan laut. Situs ini juga memasukkan anggaran pertahanan.

Dalam catatan Global Firepower Index, militer Indonesia mempunyai personil militer sebesar 975.750, memiliki 39 pesawat tempur, 418 tank, dan total aset angkatan laut mencapai 221 dengan anggaran pertahanan mencapai USD 6,9 miliar.

Sementara itu, untuk tiga besar negara kekuatan militer di dunia, Amerika Serikat (AS) berada pada puncak daftar diikuti Rusia (2) dan China (3). Sementara itu, berturut-turut di bawah ketiganya adalah India (4), Prancis (5), Inggris (6), Korea Selatan (7), Jepang (8), Turki (9) dan Jerman (10).

Sumber
Republiknews.com/ Suryono

Mencari Korban Hilang Tenggelamnya KM Sinar Bangun, Pesawat Hercules Tiba di Bandara Tapanuli

Kolase foto sumber medan.tribunnews.com

Medan - Republiknews
Dilansir dari www.medan.tribunnews.com, dari Pesawat Hercules TNI AU type C-130 H/HS/L-100-30, Nomor A-1323 tiba Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Selasa (19/6/2018).

Pesawat ini membawa tim Basarnas dari Jakarta untuk membantu mencari korban hilang tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Samosir, Senin (18/6/2018) sore.

Ada pun jumlah personel yang dikomandoi Brigjend TNI Bambang Suryo itu adalah dari Marinir 10 orang dan dari Basarnas-Alkap Basarnas 16 orang.


Sekitar pukul 15.20 WIB, tim bergerak dari Bandara Silangit via darat dikawal SubDenpom 1/2-2 Tarutung menuju Posko di Kecamatan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Sebagaimana diketahui, hingga pukul 14.00 WIB, Selasa (19/6/2018), pencarian hari kedua yang dilakukan tim gabungan Basarnas, BNPB, BPBD, Marinir TNI-AL, dan Sat Polair masih belum membuahkan hasil.

Sumber
Republiknews.com/ Ahmad Safii

Kapolres Simalungun Kerahkan Helikopter Cari Korban KM Sinar Bangun

Ilustrasi foto sumber jakarta insight

Medan - Republiknews
Melansir dari www.medan.tribunnews.com, Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan mengatakan akan menurunkan helikopter untuk mencari korban kapal Motor Sinar Bangun yang terbalik di perairan Danau Toba.

Kapal yang berjalan dari Simanindo Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun sempat tertunda melakukan pencarian. Penundaan ini karena faktor cuaca yang cukup ekstrim di Danau Toba.

"Kendala pencarian faktor alam. Jarak pandang hanya 10 meter. Kecepatan angin 10 knot per jam. Kapal kita enam knot per jam. Helikopter akan kita turunkan, tapi kita lihat juga faktor angin,"katanya saat mendatangi Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Selasa (19/6/2018) dini hari.

Marudut mengatakan, akan menurunkan 350 personel yang terdiri dari brimob, airut, dan polisi.

Menurutnya, terbaliknya kapal ini karena over kapasitas dan tidak ada pendataan atau pengawasan untuk penumpang.

"Yang utama overload. Kan tidak ada peraturan berapa ton yang masuk ke kapal, jadi main masuk saja. Lalu, kena hantaman angin. Angin 40 knot perjam sementara kapal 5 knot perjam. Jarak antara simanindo - tigaras sekitar 6 kilometer. Jadi 22 menit kapal melaju kapal oleng,"ujarnya.

Marudut tak ingin memastikan berapa jumlah korban yang belum selamat dalam insiden tersebut.

Seperti diketahui, Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang melaju membawa lebih dari 130 penumpang terbalik saat melaju ke Pelabuhan Tigaras. Rincian sementara dari Badan Sar Nasional, petugas telah menemukan 19 penumpang dengan rincian 18 selamat dan satu meninggal dunia. Basarnas masih mencari korban yang belum selamat.


Republiknews.com/ Ahmad Syafii











Karena Kehabisan Bekal Peerempuan Pencari Daun Meregang Nyawa Di Hutan

Korban HS(56) ketika dievakuasi 
Bitung - Republiknews
(17,06,2018) Warga kecamatan Ranowulu Hanifa Sambaian(56) ditemukan di perkebunan sudah tak bernyawa.

Korban Hanifa S (56) diduga meninggal karna kelelahan dan kehabisan bekal air minum hingga dehidrasi saat mencari daun untuk bungkus nasi di wilayah perkebunan Lokon Atas bersama anaknya.

 Melihat Ibunya sudah lemas dan kehabisan tenaga Anaknya mencari pertolongan kekampung.

Mendengar laporan dari anak korban Bhabinkamtikmas Kelurahan duasudara
Aipda Ivan Sangkay bersama Btipka Mentor Purba langsung menuju lokasi sesuai arahan kepala lingkungan Jhon mandak.

Namun sampai dilokasi korban sudah tidak terselamatkan, korban langsung di evakuasi bersama warga untuk dibawa  kerumah duka,

Kasubbag Humas Polres Bitung, AKP Idris Musa,   Membenarkan adanya penemuan mayat  di dua saudara Almarhum  Hanifa sambaian (56) dan tidak ditemukan tanda -tanda kekerasan ditubuh korban.

Republiknews.com/ Suryono