UMNO Klaim Uang Rp 400 M yang Disita dari Najib Milik Partai

Republiknews.com -Kuala Lumpur - Partai United Malays National Organisation (UMNO) yang menaungi mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, mengklaim bahwa uang yang disita polisi dari properti terkait Najib merupakan uang partai. UMNO berupaya mengambil kembali uang itu dari otoritas Malaysia. 

Seperti dilansir media Malaysia, The Star, Sabtu (26/5/2018), tim komunikasi UMNO merilis pernyataan pada Kamis (24/5) yang isinya mengomentari sejumlah besar uang tunai yang disita dalam penggeledahan di sejumlah properti terkait Najib. Usai kalah pemilu, Najib mengundurkan diri dari jabatan Ketua UMNO juga ketua koalisi Barisan Nasional (BN) yang berkuasa di Malaysia selama enam dekade terakhir. 

Ditegaskan UMNO dalam pernyataannya bahwa konstitusi partai mengizinkan setiap Presiden UMNO mengelola dana partai secara langsung, termasuk dana untuk kampanye pemilu. Najib diketahui memimpin UMNO sejak tahun 2009 hingga 12 Mei 2018.

"Tidak ada perbedaan dari mantan presiden kami Najib, yang menggalang (dana) untuk kontribusi kampanye sebelum GE14 (pemilu ke-14 Malaysia) dan mengelola dana partai kami," sebut tim komunikasi UMNO dalam pernyataannya. 

UMNO mengklaim dana partai yang dipegang Najib sedang dalam proses ditransfer ke kepemimpinan baru UMNO ketika penggeledahan dan penyitaan terjadi. UMNO saat ini dipimpin Ahmad Zahid Hamidi, yang sebelumnya menjabat Wakil Presiden UMNO dan Wakil PM saat Najib berkuasa.

"Namun, sisa dana ini disita oleh polisi setelah Najib mengundurkan diri sebagai Presiden UMNO dan Barisan Nnasional, sebelum dana ini ditransfer ke pemimpin saat ini," imbuh pernyataan itu.

Disebutkan juga oleh UMNO bahwa ketika PM Malaysia saat ini, Mahathir Mohamad, mengundurkan diri dari jabatan Presiden UMNO tahun 2003 lalu, dia juga mengembalikan dana sebesar 1,2 miliar ringgit kepada partai dan 3 juta anggotanya. 

"UMNO berupaya mendapatkan kembali dana ini dan meminta polisi untuk melepaskan dan mengembalikan dana ini kepada partai setelah seluruh penyelidikan selesai," ungkap UMNO, tanpa menyebut jumlah dana yang menjadi hak partai.

"UMNO saat ini dalam proses membangun kembali dan pengembalian dana partai akan membangun proses ini," tutur UMNO merujuk pada kekalahan mereka yang mengejutkan dalam pemilu 9 Mei lalu.

Pada Jumat (25/5) pagi, Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Komersial (CCID) Kepolisian Malaysia, Amar Singh, mengumumkan bahwa jumlah uang tunai yang disita dari tiga kondominium di Pavilion Residences terkait Najib mencapai angka 114 juta ringgit atau setara Rp 402 miliar. 

Disebutkan juga oleh Amar bahwa sejumlah besar uang tunia itu terdiri atas 26 mata uang berbeda dan disimpan di dalam 35 tas yang disita dari kondominium itu. Sebanyak 37 tas lainnya yang ikut disita dinyatakan berisi jam tangan mewah dan berbagai perhiasan yang nilainya belum ditaksir.( -red )

Sumber

PEMBOBOL PEGADEAN PUTAR LAGU DANGDUT UNTUK SAMARKAN SUARA BOR.


Republiknews.com -Jakarta - Pembobolan kantor pegadaian di Depok dan Bekasi yang dilakukan komplotan Rusdianto (38) dkk dengan rencana terukur. Mereka bahkan memutar musik kencang-kencang untuk menyamarkan suara alat bor saat membobol tembok pegadaian.

"Ada speaker kecil biar nggak kedengeranwaktu bobol, (memutar) ya musik dangdut gitu. Biar berisik," kata salah seorang tersangka Ikhawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Ikhawan dan keempat pelaku lainnya biasa beraksi di malam hari. Setiap pelaku mempunyai peran masing-masinG

"Dari pukul 21.00-03.00 WIB, sehari itu aja. Habis itu bubaran," tuturnya.

Ikhawan lantas bicara soal awal mula dirinya ikut sindikat pembobolan pegadaian. Dia diajak tersangka lain untuk berkenalan dengan oknum TNI yang diduga terlibat yaitu Pratu H.

"Kenal bulan Januari 2018," ujarnya.

Ikhawan mengaku membobol pegadaian karena disuruh Pratu H. Pratu H juga lah yang mengkoordinasikan setiap aksi pembobolan tersebut.

"Iya, nanti kalau udah ada hasil, ngomong gitu ke dia (Pratu H)," tuturnya.

Brankas di pegadaian yang dibobol (Foto: dok. Istimewa)

Berdasarkan pengalamannya, Ikhawan mendapat uang paling banyak saat membobol pegadaian di Cilodong, Depok. Dia juga memberikan uang hasil kejahatan itu kepada istrinya.

"Rp 37 juta paling besar," ucap dia.

Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap lima orang pelaku pembobolan pegadaian yakni Rusdianto, Ikhawan alias Kopral, M Asri, Daryo, dan oknum TNI Pratu H. Mereka ditangkap di kawasan Cipayung, Depok, pada Selasa (22/5) ketika hendak mengunjungi rumah tersangka Rusdi.

Pratu H dkk mengaku sudah melakukan 4 kali pembobolan pegadaian yakni di Pusat Gadai Indonesia Cilodong Depok, Pusat Gadai Indonesia Bekasi, Pusat Gadai Indonesia Limo Depok, dan Pusat Gadai Indonesia Citayem Depok. (mei/Romi.A)

Sumber

Dampak Yang Terjadi Akibat Melemahnya Kurs Rupiah

Ilustrasi gaji dollar via shutterstock.com
Republiknews.com - Sabtu-26-05-2018 -Kurs rupiah memang tidak stabil. Kadang menguat, kadang melemah terhadap dolar. Pernah rupiah selemah-lemahnya berhadapan dengan dolar. Situasi tersebut terjadi saat Soeharto masih menjadi Presiden tahun 1998 dan kemudian lengser karena tak bisa menangani krisis ekonomi yang terjadi sebagai dampak dari anjloknya rupiah.
Ada beragam faktor yang menyebabkan melemahnya kurs rupiah. Mulai dari diferensiasi inflasi, diferensiasi suku bunga, defisit neraca berjalan, utang publik, ketentuan perdagangan, sampai stabilitas politik dan ekonomi.
Perubahan nilai tukar (kurs) mata uang suatu negara yang cenderung melemah sering kali dipandang negatif. Nyatanya, kondisi tersebut tak selamanya buruk. Ada hal positif yang bisa diambil dari melemahnya kurs rupiah.
Setidaknya, ada empat dampak yang ditimbulkan jika kurs rupiah melemah.

1. Karyawan Bergaji Dolar Diuntungkan

Apabila kurs rupiah melemah, nilai dolar AS akan meningkat. Dengan begitu, mereka yang bergaji dolar AS akan diuntungkan. Sebab dolar yang didapat bila dikonversikan ke rupiah, jumlah rupiah yang didapat lebih banyak dari sebelum melemahnya rupiah.
Sebagai contoh, Cermat Indra Kusuma bekerja di Australia dan mendapat gaji tiap bulannya dalam bentuk dolar. Suatu kali Cermat Indra Kusuma memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Saat itu dolar sedang menguat menjadi Rp13.000/dolar. Padahal, sebelumnya berada di kisaran Rp11.000/dolar.
Cermat Indra Kusuma melihat ini sebagai kesempatan. Dengan keyakinan yang didasarkan pengetahuan dan informasi yang didapat, ia percaya rupiah akan kembali menguat. Ditukarlah tabungan dolarnya senilai USD 50.000 saat kurs jual 1 USD = Rp13.020 maka rupiah yang didapatnya sebanyak Rp651.000.000. Padahal, kalau menggunakan kurs Rp11.000, dia hanya mendapat Rp550.000.000.
Benar saja, dalam tempo tiga bulan, rupiah kembali menguat. Kinerja yang ditunjukkan Pemerintah bersama bank sentral sukses menjaga dan membuat rupiah menguat kembali. Ditambah faktor eksternal yang mendukung penguatan rupiah. Rupiah yang tiga bulan sebelumnya Rp13.000/dolar kini menjadi Rp11.500/dolar. Tentu saja Cermat Indra Kusuma untung dari penukaran dolarnya

2. Keuntungan Eksportir Dalam Negeri Meningkat

Akibat kurs rupiah melemah maka banyak permintaan dari luar terhadap produk-produk Indonesia. Meningkatnya pembelian produk-produk dalam negeri tentu saja meningkatkan keuntungan beberapa eksportir Indonesia, seperti eksportir mebel dan tekstil.
Kondisi ini adalah hal yang logis karena bila barang-barang dalam negeri dijual dengan mengacu pada rupiah, sudah tentu importir yang membelinya dengan mengonversi dolarnya ke rupiah akan mendapatkan barang dalam jumlah lebih besar daripada sewaktu rupiah menguat.
Sayangnya, keuntungan tersebut tidak dirasakan semua eksportir. Bagi eksportir yang produksi produk-produknya mengandalkan bahan baku dari luar negeri, melemahnya rupiah justru memaksa mereka untuk menaikkan harga jual produknya. Naiknya harga jual produk yang sebanding dengan menguatnya dolar tidak membawa keuntungan berarti bagi eksportir tersebut.

3. Barang Impor Menjadi Mahal, Barang Lokal Kian Laris di Pasaran

Dampak yang sangat terasa dengan melemah kurs rupiah adalah harga produk impor yang semakin mahal. Naiknya harga barang impor akan membuat masyarakat beralih ke produk lokal yang harganya lebih terjangkau. Sebagai contoh, karena rupiah melemah, harga buah impor mengalami kenaikan. Masyarakat pun menjadi enggan untuk membeli buah impor dan memutuskan beralih mengonsumsi buah lokal.
Jika lebih banyak orang memilih buah-buahan lokal, buah-buahan impor akan surut jumlahnya. Situasi ini membuat importir buah mengalami penurunan omzet. Namun, saat yang bersamaan, petani dan pedagang buah lokal memperoleh keuntungan.

4. Suku Bunga Naik, Risiko bagi Pertumbuhan Kredit


Melemahnya rupiah menjadi dilema bagi Bank Indonesia (BI) sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas urusan moneter dalam negeri. Bersama dengan Pemerintah, BI terus menstabilkan nilai rupiah yang turun dan menjaga rupiah agar tidak melemah. Menaikkan suku bunga merupakan langkah yang mau tak mau harus dilakukan akibat melemahnya kurs rupiah.
Lalu, apa dampak dari dinaikkannya suku bunga? Paling jelas adalah pertumbuhan kredit menjadi melambat. Orang-orang enggan untuk mengambil kredit sebab bunganya yang mahal. Selain itu, bukan tidak mungkin meningginya kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) sebagai dampak dari kenaikan suku bunga.

5. Melemahnya Rupiah Mengancam Obligasi dan Surat Utang Negara (SUN)

Dampak negatif dari melemahnya kurs rupiah juga menyasar ke perdagangan obligasi dan Surat Utang Negara (SUN). Dengan mengacu pada lemahnya kurs rupiah, investor-investor akan menjual obligasi dan SUN yang telah mereka beli.
Situasi kian buruk jika tidak ada yang membeli obligasi dan SUN. Harga obligasi dan SUN nantinya bisa merosot dan dapat berakibat terhadap kurs rupiah. Karena itu, dalam situasi ini Bank Indonesia (BI) akan mengambil tindakan dengan membeli obligasi dan SUN yang dijual investor-investor asing. Hal ini bertujuan untuk menstabilkan pasar uang.

Cermati dan Pahami agar Bijak dalam Bersikap

Saat krisis melanda Indonesia tahun 1998, perekonomian dalam negeri langsung kolaps. Bergantinya pemerintahan membawa perubahan yang perlahan-lahan menunjukkan signifikansinya. Kondisi politik yang beranjak stabil mendorong stabilnya perekonomian dalam negeri. Kurs rupiah pun menguat untuk beberapa lama. Pertumbuhan ekonomi mencapai lebih dari 5%. Angka kemiskinan dan pengangguran lambat laun berkurang.
Dari dampak-dampak melemahnya kurs rupiah di atas, ada yang bisa kita pelajari. Tidak selamanya melemahnya rupiah berakibat buruk. Ternyata ada sisi positif yang bisa memberikan peluang. Karena itu, penting sekali untuk mencermati dan memahami perubahan kurs rupiah agar bijak dalam menyikapinya. ( -red )

Aurora Foto Bersama Egy Fedly Usai Workshop Film&Action PARFI

Aurora foto bersama Egy Fedly usai workshop Film & Action PARFI Sulut
Aurora Oliveti, salah satu peserta asal Bitung yang mengikuti kegiatan Film&Action Workshop yang diselenggarakan oleh PARFI 56 Sulut selama 2 hari di Hotel Arya Duta, Manado(28/04/2018), saat diwawancarai oleh beberapa awak media, mengatakan, sangat tertarik dengan kegiatan ini meski dunia perfilman masih sangat awam baginya,

" dunia film ternyata tidak semudah yang dibayangkan, tapi dengan workshop ini saya bersama teman-teman mampu mengenali sedikit demi sedikit tentang produksi perfilman" tutur Au' sapaan akrabnya

Meski sebelumnya Aurora ( pemilik tinggi badan 170cm-red ) lebih fokus ke arah modeling, namun dunia akting juga menjadi tantangan tersendiri, ujar peraih Juara 1st Runner Up Indonesian Face Model 2018 yang diselenggarakan di Jakarta serta akan mewakili Indonesia dalam ajang Face Model in the World di Bangkok juni nanti,  seperti dilansir dari ucnews.com

Aurora Foto bersama Dennis Adhiswara
Workshop Film & Action  yang diselenggarakan ini selain pembawa materi diberikan langsung oleh PARFI 56 Sulut, juga turut dihadiri oleh  Egy Fedly, aktor dalam film Pengabdi Setan dan Dennis Adhiswara yang juga membawakan materi bagi para peserta dalam memahami akting yang sedang diperankan

Egy Fedly berharap " melalui workshop ini PARFI 56 ingin menumbuhkan minat dan bakat generasi muda khususnya di Sulut, setidaknya mereka mampu mengenali bagaimana berakting didepan kamera, editor dan tenaga artistik  serta semua hal yang berhubungan dengan perfilman." Ujar aktor dalam film "Pengabdi setan" itu (Red)

PARFI 56 Sulut Gelar Film & Acting Workshop

Sejumlah Peserta Workshop Film&Action PARFI 56 Sulut
Persatuan Artis Film Indonesia 1956 ( PARFI 56) mencari bibit unggulan artis baru dalam dunia perfilman Indonesia lewat acara Film & Acting Workshop, yang diselenggarakan di Hotel Arya Duta, Manado. Sabtu(29/04/2018)

Acara ini lebih menekankan kepada peran akting, shooting dan editing dalam pembuatan sebuah film

Para peserta workshop yang di bagi dalam 12 kelompok diberikan keleluasaan untuk membuat sebuah film dengan durasi waktu pendek sebagai bahan yang nanti hasilnya akan dipresentasikan dalam workshop itu sendiri

Proses koreografer hingga editing untuk sebuah film pendek sangat antusias dikerjakan oleh para peserta, lokasi syuting serta narasi merupakan imajinasi dan spontanitas hingga menjadi sebuah film pendek yang semuanya itu dikerjakan dalam waktu kurang lebih 5 jam

Sekertaris PARFI 56 Sulut Franky Supit berkata, lewat workshop ini diharapkan anak muda dan kalangan umum bisa mencintai film Indonesia

" terutama sekarang banyak festival film pendek baik ditingkat SMA maupun di tingkat umum, dan PARFI 56 sendiri sangat mendukung karena memproduksi film pendek merupakan salah satu dari Program kerja kami" beber Franky

Ditambahkan oleh Jein Rende selaku Ketua PARFI 56 Sulut diakhir acara workshop tersebut bahwa  bakat seni yg ada supaya lebih kreatif, supaya menjadi motivasi bagi adik-adik sekalian. ( Red )

Tingkatkan Mutu Komoditas Eksport Ikan, DJPT Resmikan TPI Higienis di Bitung

Bitung (26/4/2018) – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) meresmikan tempat pemasaran ikan (TPI) higienis di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung, Sulawesi Utara. Selain itu juga memberikan sejumlah bantuan untuk mendukung pengelolaan perikanan tangkap yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Bukan tanpa sebab, revitalisasi TPI higienis yang menelan biaya Rp 7,14 miliar ini bertujuan agar pasokan produksi perikanan tetap terjaga kualitasnya. Apalagi ikan komoditas ekspor untuk pasar internasional yang membutuhkan cara penanganan ikan yang baik (CPIB). TPI higienis ini juga menghapus kesan TPI yang kotor dan sanitasi yang kurang layak. Apabila produksi perikanan terjamin mutunya, maka harga yang diperoleh juga berdampak pada peningkatan pendapatan nelayan Penyerahan bantuan dan peresmian TPI higienis di PPS Bitung ini dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja didampingi oleh anggota Komisi IV DPR RI Mindo Sianipar, Walikota Bitung Mas Jonas Lomban, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara

Ronald Soongan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung Liesje Macawalang, Direktur Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan Otoritas Jasa Keuangan Ahmad Nasrullah, Direktur Perizinan dan Informasi Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Ahmad Berlian, Direktur Pelabuhan Perikanan Frits P Lesnussa, Direktur Perizinan dan Kenelayanan Saifuddin, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung Henry M Batubara, Kepala Cabang Jasindo dan Kepala Wilayah dan Cabang Perbankan di Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Sjarief menyebutkan TPI higienis ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk mendukung geliat perikanan di Bitung. “Kita ingin menghilangkan citra pelabuhan perikanan yang kumuh dan kotor, ikan harus dikelola dan ditangani dengan baik dan tidak dibiarkan begitu saja di lantai sesuai regulasi internasional,” ujar Sjarief di hadapan ratusan nelayan yang hadir di kawasan dermaga PPS Bitung.

Lebih lanjut Sjarief memaparkan, potensi perikanan di Sulawesi Utara sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 50/KEPMEN-KP/2017 tentang estimasi, potensi, jumlah tangkapan yang diperbolehkan dan tingkat pemanfaatan Sumber Daya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) mencapai 1.242.526 ton di WPP 715 dan 597.139 ton di WPP 716.

“Dalam kurun waktu 10 tahun sektor perikanan di Sulawesi Utara tubmuh sebesar 4,6% per tahun yang berarti tetap berkontribusi terhadap perekonomian Sulawesi Utara. Meski pada tahun 2012 sampai 2015 mengalami penurunan, namun berbagai upaya DJPT KKP dengan kehadiran kapal penyangga, kerja sama dengan kapal dan unit pengolahan ikan sejak tahun 2016 produksi perikanan kembali mengalami rebound dan terus naik hingga kini. Data terakhir tahun 2016 tercatat sebesar 302.864 ton, sementara tahun 2015 sebesar 257.774 ton. Pencapaian yang luar biasa, bukan?”, aku Sjarief.

Dalam kesempatan yang sama, KKP juga menyerahkan bantuan kapal perikanan beragam ukuran tahun 2017 sejumlah 74 unit untuk Provinsi Sulawesi Utara. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 1 unit ukuran 10 GT, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 5 unit kapal 10 GT dan 18 unit ukuran 5 GT, Kabupaten Minahasa kapal berukuran 10 GT sebanyak 2 unit, ukuran 3 GT sebanyak 18 unit, dan ukuran 5 GT sebanyak 21 unit, Kabupaten Minahasa Selatan mendapat kapal ukuran 10 GT sebanyak 2 unit, dan ukuran 3 GT sebanyak 5 unit, a. Kabupaten Minahasa Tenggara 1 unit kapal perikanan ukuran 20 GT dan 1 unit kapal berbobot 30 GT, sementara Kota Bitung memperoleh 1 unit kapal perikanan berukuran 20 GT.

Sedangkan untuk bantuan alat penangkapan ikan ramah lingkungan di Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2017 sejumlah 33 paket berupa rawai dasar 1000 mata pancing, gillnet permukaan dan handline tipe mata 3. Sebaran bantuan alat penangkapan ikan ini untuk Kota Bitung sebanyak 1 paket rawai dasar 1000 mata pancing, Kabupaten Minahasa, sebanyak 9 paket rawai dasar 1000 mata pancing dan Kabupaten Sangihe sebanyak 3 paket gillnet permukaan dan 20 handline tipemata 3.

“Bantuan ini merupakan bukti nyata pemerintah dan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan kesejahteraan nelayan. Tidak hanya menyentuh satu sisi saja, melainkan menyeluruh. Di samping kapal perikanan dan alat penangkapan ikan, pemerintah juga memberikan bantuan permodalan nelayan serta perlindungan nelayan melalui premi asuransi nelayan,” lanjutnya.
Pemerintah juga memberikan bantuan premi asuransi nelayan yang telah mencapai target 500.000 nelayan pada tahun 2017. Untuk nelayan di Provinsi Sulawesi Utara, sebanyak 22.043 nelayan pada tahun 2017 telah mendapatkan bantuan premi asuransi nelayan dengan nilai total premi Rp. 3,85 miliar sedangkan di Kota Bitung sebanyak 3.020 orang dengan total premi Rp. 528,5 juta.

Data klaim (per tanggal 16 April 2018) pada tahun 2016 di Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 75 klaim dengan total nilai sebesar Rp. 6,4 miliar. Sedangkan kota Bitung sebanyak 20 klaim dengan nilai klaim sebesar Rp 1,78 Miliar. Sementara data klaim pada tahun 2017 untuk provinsi Sulawesi Utara sebesar Rp 2,11 Miliar dengan 43 klaim dan khusus di Kota Bitung terdiri dari 8 klaim sebesar Rp 195,1 juta.

“Besaran manfaat santunan asuransi nelayan akibat kecelakaan aktivitas penangkapan ikan hingga Rp 200 juta apabila meninggal dunia, Rp 100 juta apabila mengalami cacat tetap dan Rp 20 juta untuk biaya pengobatan. Sedangkan jaminan santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan Rp 160 juta apabila meninggal dunia, cacat tetap Rp 100 juta dan biaya pengobatan Rp 20 juta,” jelas Sjarief.

Di saat yang bersamaan, DJPT KKP juga menggandeng perbankan melalui Bank BRI dan Bank Mandiriuntuk fasilitasi pendanaan nelayan melalui gerai permodalan nelayan. Pemerintah senantiasa memberikan fasilitasi untuk membantu dan mempermudah akses permodalan nelayan dengan perbankan. Tercatat nilai realisasi kredit pada tahun 2017 untuk Sulawesi Utara sebesar Rp 144,19 miliar dengan jumlah 3.733 debitur.

“Saya sangat berharap, bantuan dari pemerintah ini dapat digunakan secara optimal oleh nelayan untuk mendukung dan memajukan usaha nelayan yang berkelanjutan. Terima kasih tak terhingga untuk saudaraku para nelayan untuk kita semua yang telah menjaga segala sumber daya ciptaan Tuhan untuk diolah dengan sebaik-baiknya serta menjauhi praktek penangkapan ikan yang ilegal dan merusak. Tanpa nelayan tidak mungkin kita dapat menikmati ikan sebagai sumber protein hewani yang menyehatkan dan mencerdaskan. Jaya terus nelayan Indonesia!” tandas Sjarief. (Red)

Ramai BFF di Facebook Ternyata Text Delight Animation


Lini masa Facebook saat ini sedang ramai dengan status bertuliskan BFF. Kabarnya, jika kita menuliskan demikian di kolom komentar maka akan terlihat apakah akun kita aman atau tidak.
Orang menyebutnya sebagai uji coba keamanan hacker untuk akun Facebook. Saat kita menuliskan BFF di kolom komentar, lalu warna hijau terlihat maka akun Facebook kita telah dilindungi.
"Mark Zuckerberg, CEO Facebook, menemukan kata BFF untuk memastikan akun anda aman di Facebook. Ketik BFF di komentar. Jika terlihat hijau, akun anda telah dilindungi. Jika tidak muncul, ubah kata sandi anda segera karena mungkin diretas oleh seseorang," tulis pesan itu yang viral di Facebook sejak kemarin.
Banyak orang yang penasaran dengan cara ini. Apalagi dengan iming-iming bisa mengetahui akun kita diretas atau tidak. 
Padahal, kenyataannya, BFF dalam kolom komentar merupakan salah satu dari sekian banyak teks yang bisa berubah menjadi animasi di Faceboook. Situs Medium.com mengungkap jika teks yang bisa memunculkan animasi itu isebut Text Delight Animation.  
BFF, yang merupakan kepanjangan dari Best Friend Forever merupakan keyword untuk memunculkan dua tangan melakukan tos (high five). Satu tangan berwarna merah dan lainnya berwarna hijau.
Keyword animasi untuk 'bff' bisa juga dituliskan dengan 'bffs'. 
Teks untuk memicu gambar animasi ini telah diperkenalkan Facebook sejak September 2017 lalu.   (Red)