Mereka Hanya Tidak Ingin Ibu Pertiwi Bersedih

Mereka Hanya Tidak Ingin Ibu Pertiwi Bersedih

Sabtu, 28 September 2019, September 28, 2019
Kaum Pelajar STM/SMA turun kejalan pada 23 september 2019, bersama mahasiswa demo tolak RUU. Jakarta.

Republiknews.com-
 Ini adalah sebuah opini, ketika kita semua melihat, ketika para pelajar turun ke jalan menyuarakan atas nama rakyat Indonesia, menolak RUU yang coba digemakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Ketika mahasiswa mulai serak suaranya meneriakkan orasi mereka, segera kami juga menyaksikan ribuan pelajar muncul dari sudut-sudut jalan kota, disatukan seperti semut yang berbaris, hingga sejarah  kembali merekam,  pada hari Selasa, 23 September 2019.

Terlepas dari kejernihan politik di mata mereka, tetapi rasa permusuhan antara satu sama lain benar-benar memudar.

Yang ada adalah kesatuan tekad yang kuat, untuk tidak pernah mundur demi kemuliaan Indonesia di mata dunia.

Satu mata terlihat khawatir, sementara mata lainnya tampak khawatir, apa yang akan mereka lakukan? dapatkah tindakan mereka mengguncang pundak para perusak negara?

Ternyata mereka mampu, mereka memiliki cara sendiri untuk menunjukkannya, tidak hanya kepada orang Indonesia, tetapi kepada dunia yang menyaksikan, bahwa mereka mencintai negara ini lebih dari diri mereka sendiri dan hidup mereka.

Lalu, siapakah orang yang mampu menumbuhkan rasa nasionalisme yang begitu kuat dalam jiwa mereka? Sementara di sisi lain melawan ketidakstabilan jiwa mereka terkadang terwujud ketika adrenalin mereka meluap saat bertarung.

Hanya satu orang, yang mampu menumbuhkan semangat nasionalis kepada jiwa-jiwa yang "dikatakan" masih labil ini.

Seorang guru layak mendapat penghargaan tertinggi dari negara ini, bahkan oleh dunia, Untuk perjuangan mereka meyakinkan murid-muridnya, bahwa negara Indonesia tercinta ini tidak dibangun oleh tangan-tangan pengerat perusak kedaulatan.

Bangsa yang paling indah ini, dibangun oleh tangan kakek-nenek buyut mereka, dengan roh seperti nyala api, mengusir penjajah kedaulatan, dan kepada mereka sebagai cucu mereka, mewariskan hasrat membara untuk menjaga integritas bangsa ini.

Pelajar seperti tank baja, berjalan atau berlari, imajinasi mereka memberontak untuk diekspresikan.

Hanya  gurunya yang memahami itu, untuk itulah mereka selalu patuh dan tunduk kepada sosok satu ini,  tidak perduli dia tua ataupun muda.

Di mata seorang guru, murid-muridnya harus tahu apa arti demokrasi sejati, sampai mereka sepenuhnya sadar, bahwa kemenangan itu sangat mahal.

Berkali-kali jatuh kemudian bangkit lagi, lalu jatuh lagi dan kemudian bangkit lagi lalu berdiri tegak, demi Merah Putih tetap berkibar di depan dada yang ditopang oleh kedua tangannya.

Begitulah perjuangan yang dialami oleh siswa SMK dan SMA membantu mahasiswa ketika menyuarakan hati rakyat Indonesia.

Dan pahlawan tanpa tanda jasa, telah berhasil mengajarkan kepada murid-muridnya, bahwa anak-anak ini selalu ada dan tidak akan pernah rela ketika melihat  Ibu Pertiwi  bersedih hati.

Tzr

TerPopuler