Benny Tengker, Pria Flamboyan & Parlente Itu Tiada -->

Benny Tengker, Pria Flamboyan & Parlente Itu Tiada

Jumat, 28 Agustus 2020, Agustus 28, 2020

JAKARTA- Republiknews.com, 
Benny Tengker, tokoh olahraga tinju terkenal nasional, meninggal dunia dalam usia 82 tahun di rumah sakit di Jakarta, Jumat (28/8/2020) pukul 12.15 WIB.

Jenazah pendiri Sasana Benteng AMI/ASMI Jakarta itu disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto dan akan dimakamkan Sabtu siang di pemakaman Sandiego Karawang, Jawa Barat.

“Turut Berduka Cita Telah berpulang ke pangkuan Tuhan yang maha Kuasa.Bapak BENNY TENGKER. pada hari Jumat, 28 Agustus 2020 jam 12.53 wib di Jakarta, jenazah akan di semayamkan di rumah duka RSPAD GATOT SUBROTO dan akan di makamkan besok siang di pemakaman sandiego Karawang.

Kami seluruh pengurus dan anggota Komsat Alumni   Menwa Yon 10 Asmi-Stimar Ami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya bapak BENNY TENGKER.

 Mohon jika ada yg ingin melayat untuk bisa datang langsung ke rumah duka RSPAD GATOT SUBROTO,” begitu pesan pada wa yang diteruskan di grup penggemar olahraga bridge.

Sebelum berpulang ke pangkuan Tuhan YME, Benny Tengker yang akrab dipanggil Benteng, sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama dua bulan.

 Tahun lalu Benteng menjalani operasi tumor di kepala.
Seperti dilansir manadopost.com,  aktivasi pendidikan yang dibina Benny Tengker meliputi pembinaan sejumlah cabang olaraga, meski yang paling menonjol adalah tinju.

Sejak 1975 Benny Tengker memimpin Sasana Benteng AMI-ASMI. Dari sini tercetak amat banyak atlet tinju yang berprestasi gemilang di arena nasional maupun internasional, termasuk sederajat pemuda asal Sulut.

Pemda Pertina DKI Jakarta pernah mempercayakan Benteng untuk memimpin penyelenggaraan Monthly Boxing Championship sampai 5 tahun.

Setelah bertahun masuk dalam jajaran kepemimpinan inti Pertina Jakarta, 1988 Benny Tengker di daulat jadi Ketua Umum Pengda Pertina DKI Jakarta. Di tingkat nasional, Benny Tengker pun mengetahui Bidang Pembinaan dan Pendidikan PB Pertina .

Dalam wadah POR Maesa, organisasi kawanua perantauan yang telah eksis di sejumlah kota semenjak hampir seabad silam Benny Tengker sejak lama aktif.

Kemudian mengetahui Bidang Tinju (OICO Tinju) sejak 1994. Dan sejak 2004 hingga kini ketua Yayasan POR Maesa. Sebetulnya, jejak karya Benny Tengker dalam pembinaan olahraga Indonesia tak sebatas yang dicatat di atas, masih jauh lebih banyak lagi.

Sangat wajarlah bila sejak 1993 Benny Tengker sudah di anugerahi penghargaan Pembina olaraga perguruan tinggi oleh Presiden RI Soeharto di Istana Merdeka. Dan sepuluh tahun kemudian Presiden RI Megawati Sukarnoputeri, di Yogyakarta, menyematkannya Penghargaan Adimanggala Krida sebagai Pembina Olaraga Tingkat Nasional. (TOR-08/ Tamrin Lahiya)

TerPopuler