Mengenal Taqwa (bagian 4 penutup) -->

Mengenal Taqwa (bagian 4 penutup)

Jumat, 07 Agustus 2020, Agustus 07, 2020
Taqwa, gambar ilustrasi. sumber foto minanews.net
Mengenal Taqwa, bagian empat, penutup

• Mendapatkan Kemuliaan
QS  : Al Hujuurat  Ayat 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya   :
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Firman Allah diatas inilah yang menjelaskan kepada kita bahwa orang bertaqwa mendapatkan kemuliaan dari Allah.

Perhatikan kalimat , “ orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang bertaqwa,  “Subahanallah , sungguh sangat luar biasa kedudukan taqwa ini,   mulia disisi Allah merupakan suatu predikat serta keunggulan yang spektakuler .

Hadits    :
Dari Abu hurairah radhiyallahu anhu :
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ النَّاسِ أَكْرَمُ؟ قَالَ: “أَكْرَمُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاهُمْ”
Artinya   :
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya, “siapakah manusia yang paling mulia?”, Beliau menjawab : “yang paling mulia diantara kalian disisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (HR. Bukhori).

• Mendapatkan Surga Penuh Kenikmatan
QS   : Al Qalaam Ayat  34
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ
Artinya   :
Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.
Firman Allah inilah yang menjelaskan kepada kita bahwa orang bertaqwa akan mendapatkan surga yang penuh dengan kenikmatan.

Perhatikan kalimat ,” bagi orang-orang bertaqwa “ dan kalimat , “ disediakan surga-surga yang penuh kenikmatan. “

Hadits   :
سُئِلَ رَسُولُ اللهِ n عَنِ الْجَنَّة: كَيْفَ هِيَ؟ قَالَ: مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يَحْيَى لاَ يَمُوتُ، وَيَنْعَمُ لاَ يَبْأَسُ، وَلاَ تَبْلَى ثِيَابُهُ، وَلاَ يُبْلَى شَبَابُهُ. قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، كَيْفَ بِنَاؤُهَا؟ قَالَ: لَبِنَةٌ مِنْ فِضَّةٍ، وَلَبِنَةٌ مِنْ ذَهَبٍ، مِلاَطُهَا مِسْكٌ، وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوتُ، وَتُرَابُهَا الزَّعْفَرَانُ.
Artinya   :
Rasulullah  ditanya tentang surga, “Bagaimanakah surga?” Beliau menjawab, “Barang siapa yang masuk surga akan terus hidup tak akan mati, terus akan mendapatkan kenikmatan tidak akan susah, tak akan lapuk bajunya, dan tak akan hilang masa mudanya.” ditanyakan, “Wahai Rasulullah, bagaimana bangunannya?” Beliau menjawab, “Ada yang batanya dari perak dan ada yang dari emas, (adukan) semennya adalah misik, kerikilnya adalah mutiara dan permata, dan tanahnya adalah za’faran.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dan dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam tahqiq Misykatul Mashabih).

• Mendapat Surga Tertinggi
QS  : Az Zumaar  Ayat  20
لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَبْنِيَّةٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَعْدَ اللَّهِ ۖ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ الْمِيعَادَ
Artinya   :
Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.

Firman Allah inilah yang memberikan kejelasan bahwa orang bertaqwa akan mendapatkan surga tertinggi , perhatikan kalimat , “ orang yang bertaqwa kepada Tuhan-nya “ serta kalimat , “ mereka mendapatkan tempat-tempat yang tinggi. “

Hadits   :
Dari Anas bin Malik , ia berkata bahwasanya Rasulullah  bersabda:
آتِى بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ. فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لاَ أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ
Artinya   :
Aku mendatangi pintu surga dan minta untuk dibukakan. Penjaga surga pun berkata, “Siapa kamu?” Aku menjawab, “Muhammad.” Penjaga surga berkata, “Aku telah diperintah membukanya untukmu, dan aku tidak boleh membukanya untuk orang lain sebelummu.” (HR. Muslim no. 507).

• Mendapatkan Surga yang Aman
QS  :  Adh Dukhan   Ayat  51
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ يَلْبَسُونَ مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَقَابِلِينَ كَذَٰلِكَ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ يَدْعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ آمِنِينَ لَا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلَّا الْمَوْتَةَ الْأُولَىٰ ۖ وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ فَضْلًا مِنْ رَبِّكَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Artinya   :
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air; mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan, demikianlah. dan Kami berikan kepada mereka bidadari. di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran), mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. dan Allah memelihara mereka dari azab neraka, sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.
Firman Allah diatas inilah yang memberikan kejelasan bahwa orang bertaqwa akan mendapatkan surga yang aman.

Perhatikan kalimat , “  sesungguhnya orang-orang bertaqwa “ dan kalimat , “ berada dalam tempat-tempat yang aman. “

Hadits  :
اعلم أن هذه الغرف مختلفة في العلو ، والصفة ، بحسب اختلاف أصحابها في الأعمال ، فبعضها أعلى من بعض ، وأرفع
Artinya   :
Ketahuilah bahwa kamar di surga berbeda-beda dalam hal derajat ketinggian dan sifatnya, sesuai  perbedaan penghuninya dalam  amal perbuatan. Maka satu dari mereka lebih tinggi derajatnya dari yang lain” (At Tadzkiroh fi Ahwal al Mauta wa Umur al Akhiroh, hal. 398).

• Mendapatkan Surga Terbaik berupa Aneka Macam Minuman dan Buah-Buahan
QS  : Muhammad  Ayat 15
مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ
Artinya   :
(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya.?

Firman Allah diatas inilah yang menjelaskan kepada kita bahwa orang bertaqwa akan mendapatkan surga terbaik berupa aneka macam minuman dan buah-buahan,  perhatikan seluruh firman Allah diatas .

Hadits  :
إن في الجنة بحر الماء وبحر العسل وبحر اللبن وبحر الخمر ثم تشقق الأنهار بعد
Artinya  :
Di Surga ada lautan air tawar, lautan susu, lautan madu, dan lautan khamar, kemudian dari lautan itu mengalirlah sungai-sungai.” (Hadits Hasan, HR Tirmidzi (2571), Ahmad, ibnu Hibban, Darimi, dll di nilai shahih oleh Imam  Ibnu Hibban, Al-Arna’t, Al-Albani, dll, imam Tirmidzi berkata: Hasan shahih).

• Mendapatkan Surga Terbaik berupa Bidadari-Bidadari yang Cantik Bermata Jeli .
QS  :  Ath Thuur Ayat 17
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ فَاكِهِينَ بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ  مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ ۖ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ
Artinya  :
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): "Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan", mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

Firman Allah inilah yang menjelaskan bahwa Allah akan memberikan surga terbaik kepada mereka yang bertaqwa serta mendapatkan bidadari-bidadari yang cantik jelita.  perhatikan kalimat , “ kami kawinkan mereka ,dengan bidadari-bidadari “ serta kalimat , “ yang cantik bermata jeli.”

Hadits  :
وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ يُرَى مُخُ سَاقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنَ الْحَسَنِ لاَ اخْتِلاَفَ بَيْنَهُمْ وَلاَ تَبَاغُضَ قُلُوْبُهُمْ قَلْبٌ وَاحِدٌ يُسَبِّحُوْنَ اللهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا
Artinya  :
Bagi setiap penghuni surga dua orang istri, terlihat sum-sum betisnya dari balik dagingnya karena indahnya, tidak ada perselisihan diantara mereka serta tidak ada permusuhan. Hati-hati mereka hati yang satu, mereka bertasbih kepada Allah pagi  dan petang” (HR Muslim no 2834).

7.APAKAH  HAQIQAT  TAQWA
QS  :  Al Baqaraah  Ayat  282
وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya   :
Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Firma Allah diatas inilah yang memberikan kejelasan kepada kita tentang haqiqat dari pada taqwa. perhatikan kalimat , “ bertaqwalah kepada Allah “ dan kalimat , “ Allah mengajarimu."
Maksud dari kalimat tersebut adalah bertaqwalah kepada Allah agar Allah mengajarimu secara langsung.

Sehingga menjadi jelas apa yang dimaksud dengan definisi taqwa, yaitu mendapatkan pelajaran langsung dari sisi Allah.  Allah Swt akan mengajari kita dan kita mendapatkan ajaran langsung dari Allah , apakah yang diajari Allah kepada orang bertaqwa  ?  perhatikan Firman Allah dibawah ini.

QS  :  Yunus  Ayat  62-63
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
Artinya   :
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.

Perlu dijelaskan , bahwa para wali Allah yang tiada merasa sedih hati dan mereka senantiasa beriman dan bertaqwa , bila redaksional kalimatnya kita balik , maka kalimatnya akan berubah namun memiliki arti yang sama.

” orang-orang beriman dan senatiasa bertaqwa dialah wali-wali Allah yang tiada gentar dan bersedih hati. “ sehingga menjadi suatu kesimpulan, adalah berdasarkan nasul qur’an bahwa yang dimaksud taqwa adalah Jalan kewalian .
Dua firman Allah diatas kita rangkumkan menjadi satu sehingga menjadi definisi dari pada taqwa itu sendiri , bahwa taqwa adalah mendapatkan Ilmu langsung dari sisi Allah , merupakan  Ilmu tentang jalan kewalian . dan saya Nara Sumber (Imam Awal) telah mengikatkan Ilmu dalam tulisan tentang “ Ma’rifatul Taqwa “ yang saya dapatkan langsung dar sisi Allah Swt.
Sebagai hadits pendukung , maka akan dikemukakan beberapa Hadits.

Hadits   :
قال النبي: "لقد علمني الله ، ثم علمني قدر الإمكان
Artinya   :
Rosulullah Saw bersabda “ Allah telah mendidikku , lalu dia didik aku dengan sebaik-baiknya .” (Shahih R . Ibnu Sam’an dalam Adabul Imala dari Ibnu mas’ud , dikutib dari kitab terjemahan , Al Jamiushagier 1 , hal.111).

Perhatikan seluruh kalimat yang ada pada hadits diatas , bahwa Nabi bersabda Allah langsung mendidiku Ia didik aku dengan sebaik-baiknya.

Hadits   :
إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَاراً وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنَ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
Artinya   :
(“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR : Al-Imam at-Tirmidzi di dalam Sunan beliau no. 2681, Ahmad di dalam Musnad-nya (5/169), Ad-Darimi di dalam Sunan-nya (1/98), Abu Dawud no. 3641, Ibnu Majah di dalam Muqaddimah-nya, serta dinyatakan sahih oleh al-Hakim dan Ibnu Hibban.

Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah mengatakan, “Haditsnya shahih.” Lihat kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 3096, Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 2159, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 182, dan Shahih at-Targhib, 1/33/68).

Tentu yang diwarisi oleh para ulama , bukanlah haq dari kenabian beliau. karena beliau juga berkata :

Hadits   :
وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي
Artinya   :
Aku adalah penutup nabi-nabi, [artinya] tidak ada lagi Nabi sesudahku.” (HR. Abu Dawud dll dari Tsauban radhiyallahu’anhu. al-Hafizh berkata: “Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, dinilai sahih oleh Ibnu Hibban”, lihat al-Fath [20/131] asy-Syamilah).

Maka berdasarkan hadits diatas inilah kita mendapatkan kejelasan , tidak ada nabi lagi yang akan turun kemuka bumi ini sesudah Rosulullah Saw. beliau adalah Khatamul Anbiyya apakah makna dari kalimat “ Para Alim adalah pewarisku “ bahwasannya Jalur keilmuan dari para Nabi juga diwarisi oleh orang alim .

Hadits   :
بالتأكيد أخبرني الله تعالى أن يعلمك كما علمني
Artinya  :
Sesungguhnya Allah Swt menyuruh aku mengajari kamu sebagaimana Ia mengajari aku . ( HR : Hakim dari Abu Hurairah , dalam Al Jamiushagier 1, hal .490 ).

Hadits   :
من حاتم رع ، قال النبي: "كل واحد منكم سوف يتحدث مع ربه ، دون مترجم ودون جدران تحد
Artinya   :
Dari Hatim ra , katanya Rosulullah Saw bersabda “ Setiap kamu akan berbicara dengan Tuhan-Nya , tanpa perantara juru bahasa dan tidak adapula dinding yang membatasi . ( HR  :  Bukhari dalam kitab terjemahan , Shahih Bukhari , hal.194).

Setelah mencermati seluruh hadits tersebut diatas , maka bisa mendapatkan pelajaran . bila nabi berkata  “ Allah mendidikku dan dididik-Nya aku dengan sebaik-baiknya. maka orang Alim juga berkata , “ Allah mendidikku dan dididik-Nya aku dengan sebaik-baiknya .

Simpul kata yang menjadi definisinya taqwa adalah “ engkau mendapatkan ilmu langsung dari sisi Allah “, dengan sebenar-benarnya .



Artikel oleh: Tamrin Lahiya

TerPopuler