Menpora: Dengan Grand Design Keolahragaan, Pembinaan Tidak Sepotong-potong -->

Menpora: Dengan Grand Design Keolahragaan, Pembinaan Tidak Sepotong-potong

Minggu, 16 Agustus 2020, Agustus 16, 2020

JAKARTA- Republiknews.com, Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan pembinaan prestasi olahraga  by accident tetapi sudah harus melangkah by design dengan menerapkan sport science. Dengan demikian Indonesia mempunyai pondasi  kuat dalam menyiapkan para atlet untuk menghadapi persaingan tingkat dunia. Terutama dalam menyongsong persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Olympic dan Paralympic Games 2032.

Kementrian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora) telah melangkah mempersiapkan pembianaan by design itu dengan menyiapkan Grand Design Keolahragaan. Bahkan Kemenpora langsung menggelar acara Uji Publik Penyusunan Grand Design Keolahragaan di Aston Bogor Hotel & Resort, Bogor, Jawa Barat.

Acara tersebut dihadiri oleh para stakeholder olahraga yang mewakili Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, NOC (KOI), FORMI, Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (Siwo PWI) Pusat, pimpinan cabang olahraga, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, pemerhati olahraga, media dan lembaga pemerintahan.

Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali membuka acara itu melalui virtual, dari Situation Room, Kemenpora, Jakarta, Kamis (13/8/2020). “Saya mengapresiasi Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Staf Khusus dan semua  pihak yang terlerlibat di acara ini kegiatan ini karena memiliki arti penting bagi olahraga Indonesia.

Kita belum mempunyai Grand Design baku sebagai pedoman untuk kebugaran dan prestasi. Diharapkan ini menjadi langkah awal penetapan pondasi pedoman kebugaran dan prestasi,” kata Amali.

Menurut Amali, pembinaan olahraga prestasi dan pembugaran masyarakat tidak bisa sepotong-potong tanpa design. Pembinaan olahraga dan juga pembugaran masyarakat melalui olahraga harus lakukan dengan design yang benar, komprehensif, jangka panjang dan berkesinambungan. “Kita sudah  masuk tahap finalisasi dan segera kita ingin untuk menyampaikan ke publik namun sebelum kita putuskan menjadi grand design,  kita harus lakukan tahapan uji publik dahulu, ” ujarnya.

Amali menegaskan, uji publik ini penting untuk menampung kontribusi dari berbagai sumber lembaga informal. Masukan dari berbagai pihak, terutama para pemangku olahraga, akan memperkaya Grand Design Keolahragaan ini agar lebih berbobot, komprehensif dan bisa dipertanggungjawabkan. Uji publik ini akan dilakukan beberapa kali sehingga semakin lengkap.

“Kita berharap masukan dari publik sehingga Grand Design ini merupakan hasil kita bersama. Bukan hanya Kemenpora. Ini karya dan milik kita bersama. Kami hanya menyiapkan rancangan,” ucap politisi Partai Golkar itu.

Dengan adanya Grand Design Keolahragaan ini, ke depan pembinaan dan pembugaran dilaksanakan by design. Kemenpora telah menetapkan program prioritas 2020-2023, yang dalam bidang olahraga menitikberatkan pada pemasalan dan pemasyarakatan olahraga. Serta pembinaan usia dini dan peningkatan prestasi atlet yang terencana dan berkesinambungan.

“Kebugaran itu penting, ternyata kita masih setengah dari negara-negara lain, prestasi tidak akan maksimal bila dasar lemah dari kebugaran dan gizi yang tidak sesuai dengan standar. Guna menuju prestasi pada Olimpiade dan Paralimpiade 2032, mau tidak mau harus ada pembinaan sejak usia dini secara terstruktur, sistematis, dan masif,” kata Menpora

Ada tahapan penting yang disiapkan, yaitu calon dan atlet usia dini pada tingkat SD/SMP/SMA, kemudian dilanjutkan tingkat PT. “Inilah pentingnya Grand Design Keolahragaan yang sedang dipersiapkan. Dan yang penting lagi harus masuk sport science, kenyataannya ada negara-negara lain yang 10-20 tahun lalu dibelakang kita saat ini bisa menyamai bahkan ada yang didepan, itu karena mereka menerapkan Sport Science. Dengan hal itu pula terukur target yang masuk akal pada Olimpiade Tokyo 2020/2021, Paris 2024, Los Angeles 2028, dan inyaallah Indonesia 2032,” katanya.

Dalam uji publik itu tampil sebagai nara sumber Deputi III Kemenpora Raden Isnanta, Deputi IV Kemenpora Tjandra Bakti dan Staf Khusus Mahfudin Nigara. Para peserta memberikan tanggapan dan masukan dengan antusias. Pandangan para peserta ditampung dalam sesi Tanya jawab maupun diskusi kelompok.


Tamrin Lahiya/ TOR-08

TerPopuler