Syekh Datuk Kahfi -->

Syekh Datuk Kahfi

Jumat, 09 Oktober 2020, Oktober 09, 2020
foto ilustrasi pengajaran Islam dimasyarakat(Troppenmuseum)


Republiknews.com, Syekh Datuk Kahfi –nama lainnya Syekh Nurjati atau Syekh Idhofi– dikenal sebagai perintis penyebaran Islam di barat Pulau Jawa, khususnya wilayah Cirebon dan sekitarnya. Lahir di Semenanjung Malaka sekitar abad ke-14, Syekh Datuk Kahfi merupakan putra seorang ulama besar Malaka yakni Syekh Datuk Ahmad. Disebutkan di dalam beberapa naskah, salah satunya Naskah Purwaka Caruban Nagari, Syekh Datuk Kahfi adalah keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur Zaenal Abidin.


Syekh Datuk Kahfi pernah menuntut ilmu di Makkah sekitar pertengahan abad ke-14. Dari Tanah Suci, dia pergi ke Baghdad, Irak. Di wilayah kekuasaan Persia itu, Syekh Datuk Kahfi memperdalam keilmuannya. Banyak pemikir-pemikir Muslim Persia yang turut mempengaruhi jalan dakwah Syekh Datuk Kahfi ketika berada di Jawa.dilansir dari hisroria.id


Di Baghdad ini juga Syekh Datuk Kahfi menikah dengan Syarifah Halimah, adik penguasa Baghdad Syarif Sulaiman. Kedunya dikaruniai empat orang anak, yang kelak mengikuti jejak ayahnya di Cirebon. Syekh Datuk Kahfi lalu diutus oleh Raja Baghdad menyiarkan Islam ke wilayah Nusantara, yang ketika itu menjalin hubungan dagang dengan Persia.


Setelah melalui perjalanan yang panjang, Syekh Datuk Kahfi akhirnya sampai di Nusantara, tepatnya Pulau Jawa. Menurut sejarawan Uka Tjandrasasmita dalam Arekologi Islam Nusantara, Syekh Datuk Kahfi dan rombongannya tiba di Pelabuhan Muara Jati, Cirebon pada 1420. Dia diketahui membawa serta 20 laki-laki, dan dua perempuan dalam perjalanan dakwahnya ini.


Syekh Datuk Kahfi langsung diterima baik oleh Juru Labuhan Ki Gedeng Jumajanjati (sumber lain menyebut Ki Gedeng Tapa). Dia diberi tempat bermukim di Giri Amparan Jati. “Mereka diterima dengan baik, diberikan tempat, dan dimuliakan oleh Ki Gedeng Jumajanjati,” tulis Uka Tjandrasasmita.


Di Amparan Jati, Syekh Datuk Kahfi giat berdakwah. Dia mengenalkan tentang agama Islam di sekitar masyarakat yang masih menganut ajaran Hindu-Budha. Banyak orang dari berbagai daerah yang kemudian berdatangan untuk belajar tentang Islam. Namun jalan dakwahnya ini tidak selalu mulus. Syekh Datuk Kahfi banyak mendapat tantangan, terutama dari Kerajaan Galuh sebagai penguasa Cirebon kala itu.


Syekh Datuk Kahfi diketahui menjadi guru bagi putra-putri Raja Sunda Prabu Siliwangi, yakni Raden Walasungsang dan Nyai Rara Santang. Keduanya memilih memeluk Islam setelah memperdalam tentang ajaran tersebut di bawah asuhan Syekh Datuk Kahfi. Raden Walasungsang (bergelar Syekh Duliman) lalu mendirikan tempat dakwah lain di Caruban Larang, tempat berdirinya Kesultanan Cirebon. Walasungsang membantu Syekh Datuk Kahfi dalam penyebaran Islam di Jawa Barat, dan wilayah lainnya.(T.L)

TerPopuler