Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Buntunya Komunikasi dengan Menpora Forum Komunikasi Induk Cabor Ingin Menghadap Langsung Presiden

Republiknews
Selasa, 29 Desember 2020, Desember 29, 2020 WIB Last Updated 2020-12-30T04:15:06Z


Republiknbews.com – Jakarta, Usulan yang disampaikan Forum Komunikasi Induk Cabang Olahraga (Cabor) Indonesia kepada pemerintah terkait penyempurnaan regulasi keolahragaan dalam diskusi Webinar yang melibatkan sejumlah Cabor pada Rabu (23/12/2020).


Dalam Diskusi yang dipandu Eddy Fadil.Rahman itu diikuti 15 cabor yakni PP.IJBA (Jet ski), PP.Persambi (Sambo), PB.Porlasi (Layar), PP.PTMSI (Tenis Meja), PB.IPSI (Pencak Silat) PB.JI (Jujitsu), PB.Fopi (Petanque), PB.PODSI (Dayung), PB.Persani (Senam), PB.POBSI (Biliard) PB.PERBASI (Basket), PB.Perkemi (Kempo), PB.MPI (Modern Pentathlon), PB.Pelti (Tenis Lapangan) dan PB.Porgatsi (Gateball.)


Renaldi Duyoh selaku juru bicara Forum Komunikasi Induk Cabor Indonesia menjelaskan,  penyempurnaan yang dimaksud,  selain merubah kandungan regulasinya juga menambahkan atau menyederhanakan termasuk meniadakan  teknis yang dianggap berlebihan dan tidak memberikan ruang fleksibel dalam mendukung proses pembinaan prestasi olahraga.


“Opini yang ada selama ini, Kemenpora memberikan dukungan atas proses peningkatan prestasi olahraga Indonesia lebih cenderung kepada keikutsertaan atlet pada kegiatan multi even.internasional seperti Olimpiade Asian Games, Asian Beach Games dan SEA Games. Sementara kegiatan yang single event  seperti Kejuaraan Dunia, Asia maupun regional, kurang mendapat perhatian ” kata Renaldi yang juga Sekjen PB. IJBA.


Padahal, lanjut Renaldi kejuaraan single event itu juga rangkain dari proses pembinaan peningkatan prestasi atlet, juga proses kompetisi prestasi yang sangat ketat adalah di single event.

“Sehingga hal ini perlu diluruskan agar secara keseluruhan proses peningkatan prestasi dapat seirama dengan apa yang dílakukan oleh induk cabor Indonesia,” ungkap  Renaldi.


Diskusi tersebut merupakan refleksi akhir tahun 2020  guna  menindaklanjuti pernyataan Presiden  Jokowi pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September 2020 lalu.


Presiden Jokowi secara gamblang mengatakan,   proses peningkatan prestasi olahraga Indonesia harus dirombak total terutama pada sistim tata kelola pembinaan keolaragaan.


Sistem tata kelola pembinaan prestasi olahraga Indonesia saat ini dianggap tidak mampu memenuhi tuntutan prestasi olahraga untuk bersaing di tingkat dunia. Sementara negara lainpun melaksanakan secara serius proses pembinaan para atletnya.


Namun,  Forum Komunikasi Induk Cabor Indonesia melihat,  sejak adanya arahan Presiden Jokowi agar Kemenpora dan seluruh stake holder olahraga prestasi Indonesia melakukan rombak total sistem tata kelola pembinaan prestasi olahraga nasional, ternyata belum ada gerakan nyata yang dilakukan oleh Kemenpora agar arahan tersebut dilaksanakan segera.


Hal ini menimbulkan kekhawatiran bersama,  bahwa pihak Kemenpora tidak mampu menangkap harapan Presiden Jokowi yang berkeinginan kuat agar proses pencapian prestasi olahraga Indonesia dapat meningkat dan bahkan menjadi pesaing kuat bagi negara-negara maju di bidang olahraga.


Dalam kesempatan Diskusi yang berlangsung 3 jam itu,  Forum Komunikasi Induk Cabor Indonesia menyarankan agar Menpora dapat secara rutin melakukan komunikasi /pertemuan dengan seluruh induk cabor yang ada. Karena selama ini induk cabor merasa kesulitan untuk melakukan audensi dengan Menpora yang sebenarnya telah ada tradisi rutin dilakukan oleh Menpora sebelumnya.


Hal ini dimaksud agar Menpora dapat mendengar dan menerima langsung masukan-masukan dari para pengurus induk cabor dalam rangka bersinerji untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.


Dengan adanya kebuntuan berkomunikasi dengan Menpora,  sementara proses pembinaan olahraga prestasi harus jalan,  maka Forum Komunikasi Induk Cabor Indonesia berkeinginan menghadap Presiden Jokowi.


“Kami dari Forum ini ingin bertemu Bapak Presiden Jokowi untuk menyampaikan masukan terkait regulasi tata kelola keolahragaan nasional yang masih jauh dari harapan. Jangan sampai harapan Beliau ini hanya bertepuk sebelah tangan,” kata  Renaldi Duyoh. Jcn - (T.L)

Iklan

iklan