Mengenali Orang Yang Mendengar Dan Orang Yang Taat -->

Mengenali Orang Yang Mendengar Dan Orang Yang Taat

Kamis, 14 Januari 2021, Januari 14, 2021

 


Republiknews.com – Gorontalo, Majelis Ilmu yang diadakan Dirumahnya Imam Abdul Latif (Imam Anto) pada Hari Minggu (10/1/2021) dihadiri oleh Para jama’ah Gorontalo dan sekitarnya. 


Dalam Kajiannya Imam Abdul Latif, mengangkat Tema dengan judul “ Sakmina wa Athona “ atau “ Mengenali Orang-orang yang Mendengar dan orang-orang yang Tha’at “. Mata kuliah tersebut dibagi menjadi 3 kriteria, 1. Ta’at Dalam sunnahtullah dan sunnahturrosul. 2. Taat dalam sunnah Perguruan 3. Ta’at kepada seorang guru Pembimbing spiritual (Imam). 


Seperti biasanya Kajian tersebut syarat dengan Dasar Hukum baik Firman Allah ataupun Sunnah Nabi, lewat Via Telphon Imam Abdul Latif yang sapaan akrabnya dipanggil Imam Anto saat dikonfirmasi awak media memaparkan ringkasan Matakuliah tersebut. 


Mengenali Orang-orang yang mendengar dan Orang-orang yang Taat 


Kajian tersebut dibagi menjadi 3 kriteria :


1.Taat dalam sunnahtullah dan sunnahturosul

2.Taat dalam sunnah perguruan

3.Taat kepada seorang Guru pembimbing spiritual (Imam)


Taat Dalam Sunnahtullah dan Sunnahturrosul.


Qs : Al Fath Ayat 10 


إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا


Artinya :


“Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu (Rasulullah) sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.”


Qs : An Nisa Ayat 65


فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا


Artinya :


“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.


Qs : An Nisa Ayat 80


مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ


Artinya :


“Barangsiapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah.”


Hadits :


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ أَطَاعَ الْإِمَامَ فَقَدْ أَطَاعَنِي وَمَنْ عَصَى الْإِمَامَ فَقَدْ عَصَانِي


Artinya :


Dari Abu Hurairah betkata telah bersabda Rasulullah saw : “Barang siapa yang taat kepadaku sungguh telah taat kepada Allah swt dan barang siapa yang ingkar kepadaku maka sungguh ia telah ingkar kepada Allah swt dan barang siapa yang taat kepada imam maka sungguh ia telah taat kepadaku dan barang siapa yang telah ingkar kepada imam maka sungguh ia telah ingkar kepadaku. (HR. Ibnu Majah kitab Jihad bab Taatil imam no. 2851, Muslim, 3417)


Tiga Firman Allah dan satu Hadits inilah yang menjadi Dasar Hukumnya untuk taat terhadap sunnahtullah dan Sunnahturrosul. Dijelaskan pada firman Allah yang pertama khusus pada kalimat “maka barangsiapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu, akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.” 


Bila kita perhatikan kalimat pada Firman Allah tersebut diatas lebih dititik beratkan kepada Ketaatan. Kenapa ? karena pada kalimat yang pertama adalah Berjanji setia terhadap Rosul, sehingga orang-orang yang mentaati Rosul sama halnya dengan mentaati Allah. Kenapa demikian ? karena Rosul adalah Utusan Allah. 


Pada firman Allah yang kedua dijelaskan, khusus pada kalimat “ Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan,” kalimat pada firman Allah tersebut diatas ini sangat jelas, Allah Swt Bersumpah atas nama Zat-Nya orang-orang yang dijaman Nabi mereka bermasalah kemudian tidak menjadikan Nabi sebagai Hakim untuk menyelesaikan permasalahannya, maka Oleh Allah mereka dikategorikan orang yang tidak Beriman. Ini sangat jelas menunjukan Wajib Taat kepada Rosulullah. 


Pada firman Allah yang ketiga, lebih diperjelas tentang pentingnya Mentaati Allah dan Rosul-Nya, perhatikan kalimat “Barangsiapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah.” Maka menjadi jelas, wajib bagi Kaum Muslimin untuk mentaati Sunnahtullah artinya segala Perintah Allah dan Larangan-Nya, serta Sunnahturrosul, segala Perintah yang disunnahkannya . 


Kemudian dijelaskan dalam Hadits pendukung yang sangat sejalan dengan Firman Allah tersebut diatas, perhatikan kalimat : “ Barang siapa yang taat kepadaku sungguh telah taat kepada Allah swt dan barang siapa yang ingkar kepadaku maka sungguh ia telah ingkar kepada Allah swt “. Kalimat pada hadits tersebut diatas sangat jelas, pada Hakikatnya Kita Mentaati Rosulullah dengan jalan mengerjakan apa yang telah disunnahkan Kepada kita itu sama dengan kita mentaati Allah Swt. 


Taat dalam Sunnah Perguruan.


Seperti yang kita ketahui bersama didalam sebuah Perkumpulan manusia maka itu disebut dengan Jama’ah, didalam Jama’ah tersebut Pasti memiliki Pemimpin, apakah itu Amir, atau Mursyid, atau Imam kesemuanya itu adalah Pemimpin dari Jama’ah tersebut yang lazim dikenal dengan “ Guru Pembimbing Spiritual “. 


Setiap Guru Pembimbing Spiritual, pasti memiliki yang namanya Sunnah atau Aturan yang ditetapkan oleh Pembimbing tersebut, yang menjadi kewajiban untuk dipatuhi oleh segenap Jama’ahnya. Yang Harus diketahui disini Bahwasannya Rosulullah memiliki Sunnah, bagi Para Imam (Pembimbing Spiritual) juga wajib menetapkan Sunnah Perguruan, Sunnah Nabi diambil berdasarkan SunnahTullah, sehingga dalam Menetapkan Sunnah seorang Imam (Pembimbing Spiritual) Wajib berdasarkan Sunnahturrosul. 


Hadits :


ا لسُّنَّةُ سُنَّتَانِ : مِنْ نَبِي وَ مِنْ أِمَامٍ عَادِ ِلٍ


Artinya :


Sunah ada dua macam , yaitu dari seorang Nabi dan seorang Imam yang adil. (HR. Dailami dari Ibnu Abas, Al Jami’us Shaghier 3 hal. 249)


Hadits tersebut diatas inilah yang menjelaskan kepada kita tentang wajib bagi seorang Imam (Guru Pembimbing Spiritual) untuk membuat Sunnah. 


Taat Kepada Seorang Guru Pembimbing Spiritual (Imam) 


Q.S. Al Israa ayat 71


 يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ ۖفَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُولَٰئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَابَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا


Artinya :


“(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil manusia dengan di dampingi imamnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.”


Hadits :


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ أَطَاعَ الْإِمَامَ فَقَدْ أَطَاعَنِي وَمَنْ عَصَى الْإِمَامَ فَقَدْ عَصَانِي


Artinya :


Dari Abu Hurairah betkata telah bersabda Rasulullah saw : “Barang siapa yang taat kepadaku sungguh telah taat kepada Allah swt dan barang siapa yang ingkar kepadaku maka sungguh ia telah ingkar kepada Allah swt dan barang siapa yang taat kepada imam maka sungguh ia telah taat kepadaku dan barang siapa yang telah ingkar kepada imam maka sungguh ia telah ingkar kepadaku. (HR. Ibnu Majah kitab Jihad bab Taatil imam no. 2851, Muslim, 3417)


Firman Allah dan Hadits Nabi tersebut diatas inilah yang menjelaskan kepada kita untuk mentaati kepada seorang Guru Pembimbing Spiritual dalam hal ini adalah Imam. Perhatikan kalimat pada firman Allah diatas  “(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil manusia dengan di dampingi imamnya .“  kalimat ini sangat jelas menunjukan kepada kita kenapa Harus Mentaati Imam selaku Guru Pembimbing Spiritual, karena Firmannya Jelas “ Bahwa Kita akan didampingi Imam (Guru Pembimbing Spiritual) pada saat kita menghadap Allah kelak. Sehingga Wajib bagi kita untuk mentaatinya. 


Kemudian dijelaskan pada hadits pendukung khusus pada kalimat “ Barang siapa yang taat kepadaku sungguh telah taat kepada Allah swt dan barang siapa yang ingkar kepadaku maka sungguh ia telah ingkar kepada Allah swt dan barang siapa yang taat kepada imam maka sungguh ia telah taat kepadaku dan barang siapa yang telah ingkar kepada imam maka sungguh ia telah ingkar kepadaku.” Dari Hadits tersebut diatas kita mendapatkan pelajaran Bahwasannya Barang siapa yang Taat kepada Rosul itu sama artinya dengan Mentaati Allah, dan Barang siapa yang Taat kepada Imam (Guru Pembimbing Spiritual) maka sama artinya dia mentaati Rosul, orang yang Taat terhadap Rosul itu sama artinya dengan dia telah mentaati Allah.  (T.L)

TerPopuler