Bencana Alam Terjadi, Allah Marah ataukah Manusia Penyebabnya..! -->

Bencana Alam Terjadi, Allah Marah ataukah Manusia Penyebabnya..!

Rabu, 03 Februari 2021, Februari 03, 2021


Republiknews  . Bismillahirrahmanirrahim , Segala puji bagi Allah serta Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga ,para sahabatnya dan semoga terlimpah juga bagi kita semua ,Amin.


Mari kita sejenak merenung,  mengapa kejadian atau fenomena alam yang terjadi, banyaknya bencana alam, banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi dan air laut yang meluap kedaratan  serta wabah penyakit yang merajalela Covid-19 misalnya. 


Didalam Islam, semua itu telah tercantum didalam kitabnya, semua fenomena yang terjadi bukan tanpa sebab, hal tersebut termaktub didalam Al-Qur'an . 


Allah telah menjelaskan didalam firmanNya, mari kita cermati dan renungkan ayat -ayat Al, Qur'an dibawah ini:


وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ

مُصْلِحُونَ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لَا يَشْعُرُونَ

Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar." (QS. Al-Baqarah: 11-12)


Kita telaah firman diatas, membuat kerusakan di muka bumi bisa dimaknai secara materi dan ma'nawi .


Bila kita mengartikan atau memaknai secara materi, semisal penebangan pohon yang melampaui batas, penambangan skala besar  yang terus-menerus tanpa memikirkan dampak lingkungan selanjutnya dengan berbagai alasannya.


Sedangkan bila kita maknai kerusakan secara ma'nawi,  semisal aqlak manusia yang semakin tidak menunjukan Budi pekerti yang luhur ,perbuatan maksiat, komunitas sex sesama jenis dan masih banyak lagi perilaku - prilaku yang menyimpang lainnya.


Hal tersebut juga diperkuat dengan firman Allah yang lainya :

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ

كَثِيرٍ


"Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. Al-Syuura: 30)


ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ


"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Al-Ruum: 41)


Prilaku manusia itu sendiri yang mengakibatkan terjadinya musibah, demi kepentingan pribadi maupun kelompoknya, hingga berani berdalih dengan berbagai macam cara untuk meluluskan keserakahannya.


Jadi, bisa kita ambil kesimpulan, banyaknya bencana yang menimpa suatu negeri, tergantung perilaku manusia yang tinggal di negeri itu sendiri.


Namun Sang Maha Pencipta pun, memberi isyarat didalam firmanNya, bilamana ingin mempunyai tempat , daerah ataupun negeri yang ditinggalkannya berkah  dan aman dari musibah ,  ayat berikut  mengisyaratkan;


وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ


"Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. Al-A'raf: 96)


Mari kita renungkan bunyi ayat "Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi"

"Inilah seharusnya yang  dilakukan kita semua".


Namun sangat disayangkan masih banyak pembuat kebijakan yang tidak memperdulikan pesan - pesan dari Sang PenciptaNya. Sehingga kebijakan yang dibuat terkadang semakin memperparah kerusakan alam tanpa memikirkan keseimbangannya. (Suryo)

TerPopuler