PT Pusri wilayah Girian yang Dikelola oleh BGR tidak mengetahui soal Harga Pupuk -->

PT Pusri wilayah Girian yang Dikelola oleh BGR tidak mengetahui soal Harga Pupuk

Kamis, 04 Februari 2021, Februari 04, 2021


Republiknews.com – Bitung, Keberadaan PT Pusri di wilayah Girian-Madidir merupakan Gudang Penampung atau Penyanggah yang dipimpin oleh seorang Kepala Gudang yang masa kerjanya sudah ditentukan selama kurang lebihnya 2 Periode, Bangunan yang berdiri di wilayah Girian adalah Milik PT Pusri akan tetapi dikelola oleh Bhanda Ghara Reksa (BGR). Kamis (4/2/2021).


Dengan adanya keluhan di beberapa Daerah yang berada di Sulawesi Utara terkait mahalnya harga Pupuk serta sulit untuk di dapat, ternyata dari gudang penyanggah tidak seperti itu, pupuk yang tersedia di gudang penyanggah tetap melayani setiap distributor yang datang untuk mengambil pupuk yang disediakan. 


Kepala Gudang Aswin yang berada di wilayah Girian saat dikonfirmasi awak media Republiknews.com mengatakan 


“ Tujuan dari Gudang Pusri yang ada di Girian pendistribusiannya ke seluruh wilayah Sulut, dari masing-masing daerah seperti tungoi, dumoga, Minsel, semuannya diambil dari Gudang Pusri yang ada di Girian serta Madidir “. Ungkap Aswin.


Lebih lanjut dia mengatakan, Pupuk sekarang yang berada di PT PUSRI, adalah pupuk yang bersubsidi, PT Pusri yang ada di Girian hanya merupakan Gudang Penampung saja, mengenai pendistribusiaan (penyaluran) itu sudah ada bahagiannya masing-masing. Yakni para distributor-distributor tertentu yang sudah ada pengaturannya.


“ bila kita sudah menerima dokumen dari para distributor – distributor, maka barulah pihak PT Pusri bisa menyalurkannya.” Papar Aswin.


Sementara dari Gudang Penyanggah tersebut yakni yang berada diwilayah Girian-Madidir menyediakan beberapa jenis Pupuk .


 “ Kalau di wilayah Girian dan Madidir kebetulan kita memegang dua Produk , ada produk milik Petro Kimia, serta dari Pupuk Kaltim. produk yang dari petro Kimia adalah Pupuk Ponska, Sp-36 Petro Gani, Z-A, sementara yang non subsidinya ada Ponzto Plus dan kapur. Pupuk KCL, tidak terdapat dalam Gudang Pusri. Dan pupuk Urea masuk pada Pupuk Kaltim yang bersubsidi ” jelasnya. 


Terkait soal harga dan stok yang tersedia, pihaknya bukan penentu  melainkan telah diatur oleh para distributor sesuai permintaan.


 “ Kalau mengenai Harga, yang mengetahuinya adalah Bagian Distributor, karena Gudang Pusri yang ada digirian-Madidir merupakan gudang penampung atau Gudang Penyanggah yang hanya menerima dokumen saja, sehingga bila dokumen yang diterima pihak Gudang dengan jumlah 20 ton, maka pihak gudang akan memberikannya sesuai dokumen permintaan yang ada. Tentunya diwilayah tersebut sesuai permintaan dokumennya.” Pungkas Kepala Gudang.


Lebih lanjut dirinya mengatakan, sistem pembayarannya, dari Kios penjual ke Distributor kemudian dari distributor menebusnya ke gudang Penampung, apakah pupuk Petro Kimia ataukah Pupuk Kaltim. Sehingga yang mengetahui soal harga penebusan tersebut adalah para Distributor, urusannya distributor langsung dengan pemilik Produk sistem pembayarannya. 


Rute pengiriman pupuk tersebut dari Bontang serta surabaya, kemudian Bitung masuk ke gudang Penyanggah, lalu diteruskan kepada para Distributor-distributor yang ada, di istilahkan dengan Lini 3 sementara Gudang Penyanggah adalah Lini-2. Sehingga dari Gudang besar diteruskan kegudang-gudang kecil yang berada di daerah-daerah yang ada di Sulawesi Utara. 


“ Sementara dari Gudang Penyanggah yang berada di Girian, ada yang langsung ke Distributor melalui CV. Weane. Yang disalurkan ke kios-kios.” Kata dia.


Lebih lanjut Aswin menyampaikan, ketika disinggung mengenai HET (Harag Eceran Tertinggi) yang ada dipasaran saat ini, dirinya mengatakan “ Kalau tidak salah, HET tahun yang lalu untuk Urea adalah Rp. 90.000/sak,  ditahun 2021 sekarang ini kalau tidak salah berkisar di Rp. 112.500/sak. SementaraPupuk yang harganya diatas adalah jenis pupuk yang nonsubsidi, termasuk KCL yang produknya tidak ada di Gudang penyangga Pusri yang berada di Girian-Madidir.” Paparnya. (T.L)

TerPopuler