Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Wanita Soleha. Bag.1

Republiknews
Selasa, 20 Juli 2021, Juli 20, 2021 WIB Last Updated 2021-07-20T08:41:33Z

 

Republiknews.com, Tuntunan Agama Islam untuk Menjadi Wanita Sholehah merupakan dambaan setiap wanita muslimah. Namun apa dan bagaimana sosok wanita sholehah tersebut dalam pandangan Islam? Wanita adalah makhluq yang unik, Al-qur’an menjadikan sosok wanita sebagai contoh figur kekufuran dan juga sebagai contoh figur keimanan, kami akan menyodorkan firman Allah serta hadits pendukungnya.


Qs At Tahrima ayat 10


ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرأَةَ نُوْحٍ وَ امْرَأَةَ لُوْطٍ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْن مِنْ  عِبَادِنَاصَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَ قِيْلَ ادْخُلاَ النَّارً مَعَ الدَّاخِلِيْنَ


Artinya :


Allâh telah menjadikan isteri Nûh dan isteri Lûth sebagai perumpamaan (contoh) bagi orang kafir. (Padahal) keduanya berada di bawah pengawasan dua hamba dari hamba-hamba Kami yang shalih. Lalu kedua isteri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya tidak dapat menolong mereka sedikit pun dari (siksa), dan dikatakan (pada keduanya): “Masuklah ke dalam Neraka bersama orang-orang yang masuk”.


Perhatikan kalimat pada firman Allah tersebut diatas : “ Allâh telah menjadikan isteri Nûh dan isteri Lûth sebagai perumpamaan (contoh) bagi orang kafir.” Kalimat ini sangatlah jelas, bahwasannya dua orang isteri tersebut merupakan isteri yang tidak mau mendengarkan perintah suaminya sehingga dihadapan Allah mereka berdua tergolong orang yang kafir. Kemudian kalimat : “ (Padahal) keduanya berada di bawah pengawasan dua hamba dari hamba-hamba Kami yang shalih.” Kalimat ini juga sangat jelas, dimana suami yang sholeh tidak bisa menjamin isterinya akan menjadi Isteri sholeha. Jangankan kita manusia yang sholeh, kedua nabi, Nuh, dan Nabi Nabi Luth, tidak mampu membuat isteri mereka menjadi Soleha. 


Sebetulnya apasih kesalahan dari kedua Isteri nabi tersebut,? Perhatikan kalimat selanjutnya : “Lalu kedua isteri itu berkhianat kepada kedua suaminya,” inilah yang dilakukan kedua isteri Nabi tersebut, yakni pengkhianatan. Perbuatan pengkhianatan oleh para Isteri dosanya sangat besar dihadapan Allah Swt. Perhatikan kalimat selanjutnya : “ maka kedua suaminya tidak dapat menolong mereka sedikit pun dari (siksa),” kalimat ini juga jelas, yang mengatakannya adalah Allah Swt Tuhan semesta Jagad Raya ini, tidak ada yang bisa menolong mereka termasuk para suaminya yakni Nabi. Selanjutnya pada kalimat terakhir dari firman Allah tersebut diatas perhatikan : “Masuklah ke dalam Neraka bersama orang-orang yang masuk”. Kalimat ini sangat jelas, ini adalah perintah Allah Swt kelak diyaumil Hizab Nanti, karena pengkhianatan yang mereka lakukan atas kedua Nabi. Yang perlu digaris bawahi disini adalah kalimat : “maka kedua suaminya tidak dapat menolong mereka sedikit pun dari (siksa),” kalimat ini sangat jelas. Muhkamat jelas. Kedua suami yang merupakan Nabi saja tidak bisa menolong mereka dari siksaan Allah kelak. 


Langkah langkah unutk bisa menjadi Isteri yang soleha


Hadits :


اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ.


Artinya: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah isteri yang shalihah.” [HR Muslim].


Hadits :


هل أخبرك عن أفضل ما في خزانة الرجل ، وهي الزوجة الفاضلة التي ترضيه عند رؤيتها ، وتطيعه متى أمر ، وعندما يذهب هذه الزوجة تعتني به


Artinya :


Artinya: “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” [HR. Abu Dawud no. 1417].


Kedua hadits tersebut diatas inilah yang menjelaskan kepada kita langkah-langkah sehingga bisa menjadi isteri yang soleha. Perhatikan kalimat pada hadits pertama yang merupakan penegasan dari Rasulullah : “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah isteri yang shalihah.” Jelas, dimana Nabi menjelaskan bahwasannya semua yang ada didalam dunia ini adalah bentuk perhiasan dunia, diantara perhiasan dunia tersebut yang paling baik dari seluruh perhiasan dunia adalah Isteri yang saleha. 


Kemudian pada hadits yang kedua perhatikan kalimat : “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki,” kalimat ini juga jelas dimana nabi bertanya, maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebaik-baik yang dimiliki oleh seorang lelaki.?  Kemudian kalimat : “yaitu istri shalihah”. Jelas, isteri soleha merupakan perbendaharaan terbaik yang dimiliki oleh seorang lelaki, kenapa dia bisa menjadi isteri sholeha, apa yang diperbuatnya.? Perhatikan kalimat selanjutnya dari hadits tersebut diatas : “yang bila dipandang akan menyenangkannya,” inilah yang dilakukan oleh seorang wanita sehingga dia bisa menjadi isteri sholeha, bila suaminya berada di rumah, maka dia berdandan, dengan senyuman sehingga bila dipandang akan menyenangkan hati, kebanyakan sekarang ini, dandannya bila keluar rumah. Kemudian kalimat selanjutnya yang dibuat oleh seorang wanita sehingga bisa menjadi siteri sholeha. : “ bila diperintah akan mentaatinya,” yah, ini yang dilakukan, bila diperintah senantiasa isterinya mentaatinya, tidak melawan, apa lagi ngomel (bafeto). Kemudian kalimat selanjutnya : “dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.”. sangat jelas isteri tersebut senantiasa menjaga kehormatan dirinya. Kesimpulannya ketiga perintah nabi tersebut diatas bila dilakukan oleh seorang wanita, maka dia berpeluang untuk bisa menjadi Isteri yang sholeha. 


Isteri Soleha Yang Dapat Meraih Surga.


Hadits :


“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”


Artinya: 


“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. [HR. Ahmad].   


Hadits :


هل أقول لك ، إن زوجاتك من سكان الجنة زوجات مملوءات بالحب ، وكثير من الأطفال ، يعودون دائمًا إلى أزواجهن. حيث إذا غضب زوجها تذهب إلى زوجها وتضع يدها على يد زوجها وتقول: لا أستطيع النوم حتى ترضى.


Artinya: 


“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih saying, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Dimana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” [HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287]  

  

Kedau hadits tersebut diatas inilah yang menejlaskan kepada kita tentang isteri sholeh yang bisa meraih surga, perhatikan kalimat pada hadits pertama : “ Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, kalimat ini sangat jelas yakni mereka melakukan sholat lima waktu. Kemudian kalimat : “berpuasa di bulan Ramadhan,” jelas. Kemudian kalimat : “ menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya,” kalimat ini sangatlah jelas, melakukan peribadatan mulai dari mendirikan sholat, puasa,serta menjaga kemaluannya juga taat kepada suaminya dia lakukan maka perhatikan kalimat terakhir dari hadits tersebut diatas : “niscaya akan dikatakan padanya: “ siapa yang mengatakan dan apa yang dikatakannya, jawabnya adalah Allah Swt yang mengatakan kepadanya : ““Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau.” Jelas ini yang dikatakan Allah kepada wanita sholeha. 


Kemudian pada hadits kedua, perhatikan kalimat : “Maukah aku beritahukan kepada kalian,” lalu kalimat : “istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga.” Kalimat ini dikatakan Nabi kepada para lelaki, maukah aku beritahukan kepada kalian agar istri kalian bisa menjadi penghuni surga. Kemudian kalimat : “yaitu istri yang penuh kasih saying”. Kalimat ini jelas, penuh dengan kasih sayang, lalu kalimat : “banyak anak”. Jelas kemudian kalimat : “selalu kembali kepada suaminya. Dimana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya.” Apa yang akan diperbuat setelah dia mendatangi suaminya ? perhatikan kalimat terakhir dari hadits tersebut diatas : “dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” Inilah yang dilakukannya.    

            

Harta Terbaik Didunia


Ketika Umar ibnul Khathtbab radhiallahu’anhu bertanya kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam:

Hadits :


ما ثروتنا يا رسول الله؟ " فأجاب: "ليكن لواحد منكم قلب شكور ، ولسان دائم الذكر ، وزوجة مؤمنة تعينك في الآخرة".


Artinya: 


“Wahai Rasulullah, Harta apakah yang sebaiknya kita miliki ?” Beliau menjawab: “hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” [HR. Ibnu Majah no. 1856]


Hadits diatas inilah yang menjelaskan kepada kita tentang harta terbaik yang berada didunia perhatikan kalimat pertama dari hadits tersebut diatas : “Wahai Rasulullah, Harta apakah yang sebaiknya kita miliki ?” ini adalah bentuk pertanyaan dari sahabat nabi yang bernama Umar Bin Khatab, kemudian kalimat : “ hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur,” orang yang senantiasa bersyukur degan apa yang diberika Allah kepadanya seperti mendapatkan harta terbaik di dunia.kemudian kalimat : “lisan yang senantiasa berdzikir” kalimat ini sangat jelas. Dikatakan Nai merupakan bentuk dari jauhar diri, pertama Hati yang bersyukur kedua Lidah yang senantiasa berdzikir kepada Allah. Kemudian kalimat : “ dan isteri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” Jelas isteri mukminah termasuk wanita yang sholeha, yang senantiasa mendukung suaminya didalam berjihad terhadap diri serta agamanya. “ Jihad” dalam arti yang luasa adalah memperbaiki diri, dari buruk menjadi baik. 


Anjuran Nabi dalam membimbing Isteri


Hadits :


اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا


Artinya: 


“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” [HR Muslim: 3729] 


Hadits :


خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى


Artinya :


“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” [HR Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam “ash-shahihah”: 285]


Hadits :


خُلقت المرأة من ضلع ، إذا استدقتها تكسرها. فكن لطيفًا معه ، وستتمكن من العيش معه ".


Artinya :


Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, jika kamu meluruskannya maka kamu mematahkannya. Jadi, berlemah lembutlah terhadapnya, maka kamu akan dapat hidup bersamanya.” [HR. Hakim, shohih].

Hadits :


تذكر ، كوني لطيفة مع النساء. لأنهم (مثل) الأسرى بجانبك. ليس لك سلطان عليهم في أي شيء غير ذلك ، إلا عندما يرتكبون أعمالا شنيعة. إذا فعلوا ذلك ، اتركهم في أسرتهم واضربهم بضربة لا تؤذي. إذا أطاعك فلا تسئ معاملتهم. ولا يمكنهم وضع أي شخص لا تحبه في سريرك ومنزلك. اعلم أن حقهم عليك هو أنك تصنع لهم الخير (بما يكفي) من ملابسهم وطعامهم


Artinya :


“Ingatlah, berbuat baiklah kepada wanita. Sebab, mereka itu (bagaikan) tawanan di sisi kalian. Kalian tidak berkuasa terhadap mereka sedikit pun selain itu, kecuali bila mereka melakukan perbuatan nista. Jika mereka melakukannya, maka tinggalkanlah mereka di tempat tidur mereka dan pukul lah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Jika ia mentaati kalian, maka janganlah berbuat aniaya terhadap mereka. Mereka pun tidak boleh memasukkan siapa yang tidak kalian sukai ke tempat tidur dan rumah kalian. Ketahuilah bahwa hak mereka atas kalian adalah kalian berbuat baik kepada mereka (dengan mencukupi) pakaian dan makanan mereka.” [HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, shohih].


Hadits :


مهما كان ما تقدمه في شكل لقمة العيش لعائلتك ، فسوف تكافأ حتى لقمة من الطعام ترفعه (مدخلاً) في فم زوجتك ".


Artinya :


“Apapun yang engkau berikan berupa suatu nafkah kepada keluargamu, maka engkau diberi pahala, hingga sampai sesuap makanan yang engkau angkat (masukan) ke mulut istrimu.” [HR. Bukhori Muslim]


Hadits :


أخبر الحسين بن محشان رحمه الله أن عمته أتت إلى النبي صلى الله عليه وسلم بسبب هذه الحاجة. سأله النبي صلى الله عليه وسلم: "هل أنت متزوج؟" فأجابت العمة الحسين: نعم. "ما هو (موقفك) من زوجك؟" سأل النبي مرة أخرى. فأجاب: "أنا ... لا أنقص حقوقه إلا في الحالات التي لا أستطيع تحملها". قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: انظري أين أنت في علاقتك بزوجك ، لأن زوجك هو جمتك وجحيمك.


Artinya :


Al-Husnain bin Mihshan rahimahullahu menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam karena satu keperluan tersebut. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bertanya kepadanya: “Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain Menjawab: “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?” tanya Rasulullah lagi. Ia menjawab: “Aku… tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.” Rasulullah bersabda: Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena SUAMIMU ADALAH SURGA dan NERAKAMU.” [HR. Ahmad 4/341 dan selainnya, lihat Ash-Shahihah no. 2612]


Keenam hadits nabi diatas inilah yang menjelaskan kepada kita bagaimana cara untuk membimbing isteri sehingga bisa menjadi siteri yang sholeha. Perhatikan kalimat pada hadits tersebut diatas : “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” Kalimat ini sangat jelas dikatakan oleh Nabi, sebelum kita membimbing para Isteri-isteri kita, ini yang harus diperhatikan senantiasa berbuat baik kepada seorang wanita. Kemudian kalimat : “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” Ini sangat jelas dijelaskan melalui lisan nabi, bahwasannya lelaki terbaik itu adalah yang paling baik terhadap isteri-isterinya. Lalu pada hadits selanjutnya perhatikan kalimat : “Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, jika kamu meluruskannya maka kamu mematahkannya. Jadi, berlemah lembutlah terhadapnya, maka kamu akan dapat hidup bersamanya.” Kalimat ini harus diberi penjelasan agar mudah untuk dipahami, bahwasannya Wanita itu dicipatakan dari tulang rusuk, tiddak ada tulang rusuk yang lurus, apakah tulung rusuk milik hewan atau manusia, sama saja tetap bengkok, yang namanya tulang rusuk atau tulang iga pasti bengkok, sehingga bila kita memaksa dengan cara yang kasar, kata nabi tulang tersebut akan patah. Caranya agar dia bisa larus harus dengan cara perlahan, gunakan cara yang lemah lembut dengan demikian insya Allah pasti dia akan bisa menjadi lurus.


Kemudian hadits selanjutnya : “ khusus pada kalimat : “ Jika ia mentaati kalian, maka janganlah berbuat aniaya terhadap mereka.” Kalimat ini sangatlah jelas sekirannya para isteri sudah mentaati suaminya maka janganlah suami berbuat aniaya terhadapnya, dengan mencari alasan untuk memukul mereka. Terkecuali perhatikan kalimat khusus pada kalimat : “ kecuali bila mereka melakukan perbuatan nista. Jika mereka melakukannya, maka tinggalkanlah mereka di tempat tidur mereka dan pukul lah mereka dengan pukulan yang tidak melukai.” Kalimat ini sangatlah jelas. Kemudian perhatikan pada kalimat terakhir : “Ketahuilah bahwa hak mereka atas kalian adalah kalian berbuat baik kepada mereka (dengan mencukupi) pakaian dan makanan mereka.” Kalimat ini sangat jelas, bahwa hak seorang isteri terhadap suaminya adalah suami berbuat baik kepadanya serta mencukupi pakaian dan makanannya. Jelas.    


Kemudian pada hadits selanjutnya apapun yang diberikan seorang suami kepada keluarga termasuk Isteri maka akan diberikan pahala dari Allah perhatikan seluruh kalimat pada hadits tersebut diatas. “ Apapun yang engkau berikan berupa suatu nafkah kepada keluargamu, maka engkau diberi pahala, hingga sampai sesuap makanan yang engkau angkat (masukan) ke mulut istrimu.”    


Pada hadits yang terakhir perhatikan khusus pada kalimat : “Rasulullah bersabda: Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu,” kalimat ini sangat jelas dimana nabi memerintahkan para isteri untuk melihat tingkalakunya ketika sedang bersama suami, kenapa harus diperhatikan ? perhatikan ujung dari kalimat pada hadits tersebut diatas : “ karena SUAMIMU ADALAH SURGA dan NERAKAMU.” Jelas. Ini yang dimaksud dengan nabi memerintahkan seorang Isteri ketika sedang berada bersama suami. (talia)

Iklan

iklan