Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Generasi Tinju Pro Filipina Pengganti Manny Pacquiao Akhirnya Muncul

Republiknews
Selasa, 24 Agustus 2021, Agustus 24, 2021 WIB Last Updated 2021-08-25T04:29:04Z

 


Republiknews.com – Jakarta, Era Manny Pacquiao, pelan tapi pasti, akan segera berakhir. Tapi, dunia, atau khususnya Filipina, tak perlu terlalu khawatir. Ada Mark Magsayo,Muda, 26 tahun, punya potensi besar untuk menjadi petinju besar seperti Manny Pacquiao, Rabu (25/8/2021).


Magsayo (23-0-0, 16 KO), menang KO ronde 10 atas Julio Ceja dalam laga undercard Manny Pacquiao vs Yordenis Ugas di T-Mobile Arena, Las Vegas, AS, Sabtu pekan lalu. Ceja bahkan harus dilarikan ke rumah sakit setelah kekalahan itu –dan syukur kondisinya tak cedera berat dan dikabarkan sudah keluar dari RS.


Magsayo juga bisa menjejaki Pacquiao di mana ia juga berada di bawah manajemen Manny Pacquiao Promotions, Pacquiao sendiri melihat Magsayo seperti dirinya di usia belia. Berjuang dari bukan siapa-siapa. Pelatih kenamaan Freddie Roach yang ikut menggembleng Magsayo, menyebut pukulan Magsayo mungkin lebih keras dibandingkan Pacquiao ketika bertarung di kelas bulu sebelumnya.


Siapapun yang melihat penampilan Magsayo ketika melumpuhkan Ceja yang berpengalaman, pasti ingin melihat lebih banyak darinya. Berlatih tinju pada usia 8 tahun, Magsayo disebut memiliki 200 pertarungan amatir dan sering memenangkan penghargaan ‘Petinju Terbaik’ di Filipina. Magsayo beralih ke pro pada Mei 2013 dan memulai debutnya di AS pada 2015. Pertarungan dengan Ceja adalah duél  ketiga Magsayo berturut-turut di Amerika.


Ibarat menulis artikel, belum banyak yang ditorehkan Magsayo. Masih banyak yang perlu ia pelajari, termasuk ketika ia dijatuhkan Ceja di ronde 5. Tapi, di duél itu pula ia menunjukkan diri punya nyali besar untuk menuntaskan pertarungan dan menang KO di ronde 10. Magsayo semakin dekat dengan duél perebutan gelar juara dunia dan 2022 bisa menjadi tahun yang besar baginya.


Pacquiao mengatakan sangat menyukai etos kerja Magsayo, sementara Roach mengatakan sangat menghargai kekuatan pukulan Magsayo. “Ia memiliki kekuatan di kedua tangan,” kata Freddie. “Ia berbahaya setiap saat. Ia bisa menjatuhkan siapa saja. ”


Magsayo juga memuji peran Roach. “Pukulan saya sebelumnya liar,” kata Magsayo yang merebut gelar kelas bulu WBO International lewat kemenangan atas Ceja.


“Kini saya lebih akurat. Freddie mengoreksi kesalahan-kesalahan saya. Luar biasa punya pelatih selegendaris Freddie.” (TOR-05/talia).

Iklan

iklan