Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Serangan Membabi Buta KKB Tewaskan Tenanga Medis

Republiknews
Kamis, 16 September 2021, September 16, 2021 WIB Last Updated 2021-09-17T06:57:30Z


Republiknews.com – Jakarta, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Wilayah Papua mengecam keras atas tidakan kekerasan yang dilakuakn oleh Kelompok Kriminal Bersenjata KKB, yang menewaskan seorang Nakes di distrik Kiwirok, Jum’at (17/9/2021).


Dengan adanya tindakan kekerasan tersebut sebanyak 250 tenaga Kesehatan (Nakes) di Oksibili, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, turun kejalan menggelar aksi sebagai ungkapan dukacita serta penghormatan kepada Gabriella Meilani yang merupakan Korban kekerasa dari KKB.


Donald Aronggear yang merupakan Ketua IDI Wilayah Papua, berharap agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, sebab puluhan nakes juga dilaporkan terluka. 


"Kami meminta kepada pemerintah daerah provinsi Papua beserta TNI/Polri untuk menjamin keamanan dan keselamatan tenaga kesehatan yang bertugas di seluruh wilayah Papua," pungkas Donald, seperti dilansir dari cnnindonesia.


Donald juga meminta kepada pemerintah provinsi Papua untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, para tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk ikut terlibat dalam menjaga keamanan para tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas.


"Saat ini, seluruh tenaga kesehatan yang selamat dari fasilitas kesehatan tersebut dievakuasi ke Jayapura," ujar Donald.


Serangan yang dilakukan KKB pada senin (13/9) kemarin ditemukan dua orang Nakes. sesuai laporan Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal, Mustofa menyebutkan nakes atas Nama Kristina telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis, sementara nakes Gabriella Meilani ditemukaan dalam keadaan meninggal dunia pada rabu (15/9) lalu.


KKB diketahui telah melakukan pembakaran terhadap sejumlah fasilitas kesehatan, gedung sekolah, hingga bank saat penyerangan di Kiwirok. Hal itu diduga sebagai bentuk perlawanan atas penangkapan rekan mereka.


Dalam peristiwa itu, beberapa fasilitas publik yang dibakar antara lain kantor Distrik, Kantor Kas Bank Papua Kiwirok, Puskesmas Kiwirok, Rumah Dokter, Barak Nakes, SD Inpres, Rumah Guru dan Pasar.

Selain itu, juga sempat terjadi kontak tembak antara KKB dengan aparat TNI-Polri yang berjaga. Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria menyebut satu anggota mengalami luka ringan karena terkena peluru selama kontak senjata. (*/talia).

Iklan

iklan