Polri Jangan Diskriminasi, Liga 1 Batalkan Saja -->

Polri Jangan Diskriminasi, Liga 1 Batalkan Saja

Rabu, 28 Oktober 2020, Oktober 28, 2020

 


Republiknews.com, Setelah Jokowi memberi aba-aba, agar Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Indonesia, 20 Mei sampai 12 Juni 2021 nanti, yang diumumkan secara virtual dari Istana Bogor, Selasa 20 Oktober 2020. Bukan berarti Liga 1 dan 2 Indonesia 2020, bisa segera digelar, setelah diputuskan oleh Polri, tidak mendapat ijin, 1 Oktober lalu.


Banyak faktor yang membuat Liga 1 dan 2, menurut mBah Coco, tidak perlu menarik. Karena pihak Polri, benar-benar tidak punya pasukan bayangan, untuk menyimpan semua kegiatan Pilkada, dan demo-demi anti Undang-undang Cipta kerja, di seluruh Indonesia.


Bahkan, sampai hari ini, Maklumat Kapolri, yang ditandangani Jenderel Pol Idham Aziz, 21 September 2020, tentang Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan, untuk semua kegiatan keramaian. Masalah mandemik Covid-19, walaupun ada beberapa keputusan dari kepala daerah, dengan PSBB berpindah-pindah, seperti di Jakarta. Bukan, berarti mandemik sudah tidak lagi mewabah dan menular.


Yang terahir, Indonesia Basket League (IBL) - atau liga Basket pun, juga dibatalkan untuk berkompetisi, sejak 7 Oktober 2020 lalu, ketika Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, setelah bertemu Menpora, Zainuddin Amali.


Oleh sebab itu, saran mBah Coco, sebaiknya Liga 1 dan 2 Indonesia 2020 yang diombang-ambing informasinya oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, bahwa jika tidak boleh tanggal 1 Oktober ya 1 November. Dan, jika nanti tidak boleh 1 November ya, nanti bisa dimulai 1 Desember 2020. Informasi ini benar-benar semua klub dibuat kalut dan bangkrut.


Padahal, pengumuman Polri, terhadap kegiatan IBL dan Liga 1 dan 2 Indonesia, sudah diputuskan, tidak dibolehkan membuat acara, hingga sampai akhir Desember 2020. Makanya, saat Iwan Bule membuat aturan jadwal sendiri itu, seolah-olah, tidak diputuskan dalam rapat EXCO PSSI . Sejak pandemik, rapat EXCO PSSI, bahkan tidak pernah digelar.


Menurut mBah Coco, compang-campingnya informasi yang diberikan Iwan Bule, benar-benar membenturkan pihak Polri dan masyarakat pencinta bola se-Indonesia. Apakah ini gaya Iwan Bule? Atau sengaja dibangun presepsi, bahwa yang salah bukan PSSI, melainkan pihak Polri?


Jika ini, yang dirancang Iwan Bule dan para gank “kartel”, maka PSSI akan semakin dijadikan “macan ompong” oleh Polri. Karena, ternyata PSSI memang sedang bermain-main dengan kata-kata. Yang kesannya, Liga 1 dan 2 Indonesia 2020 ini batal, karena Polri tidak memberi ijin.


Dari hasil CCTV yang didapat mBah Coco, sejak Maret 2020, pengurus PSSI membentuk cuek bebek, saat PT Liga Indonesia Baru (LIB) sowan datang ke Mabes Polri, untuk diskusi dan sharing, agar bisa mendapat surat ijin digelarnya Liga 1 dan 2 Indonesia 2020, yang terhenti awal maret 2020 lalu.


Hanya saja, menurut mBah Coco, Polri dapat dilecehkan oleh Iwan Bule. Walaupun pihak Polri yang saat ini berada di dalam bengkel soal perijinan itu, adalah adik-adik kelas Iwan Bule selama di lembaga Tri Brata. Seharusnya, Iwan Bule tetap menghormati, adik-adiknya. Bukan, pengurus LIB yang disuruh menghadap Polri. Jelek-jelek gini, mereka sekarang ini, punya jabatan.


Tapi artikel ini, pointnya Polri tidak boleh diskriminasi soal perijinan. Jika IBL sudah nggak dapat ijin, sejak 7 Oktober 2020 hingga sampai Desember nanti. Sebaiknya, Liga 1 dan 2 Indonesia, juga tetap dilarang menggelar event sampai Desember. Bijimane? (mBah Cocomeo/Tapi artikel ini, pointnya Polri tidak boleh soal perijinan. Jika IBL sudah nggak dapat ijin, sejak 7 Oktober 2020 hingga Desember nanti. Sebaiknya, Liga 1 dan 2 Indonesia, juga tetap dilarang menggelar acara sampai Desember. Bijimane? (mBah Cocomeo / TOR-06) (TL)

TerPopuler