Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

MAQOMAN MAHMUDAH

Republiknews
Kamis, 17 Desember 2020, Desember 17, 2020 WIB Last Updated 2020-12-18T03:03:46Z


( Mengenal Kedudukan yang Terpuji )

Bag 1


Republiknews.com – Bitung, Kalimat atau Ucapan Maqoman Mahmudah seringkali kita dengar ataupun kita baca dalam berbagai kitab akan tetapi apakah Makna dari maqoman mahmudah belum diketahui secara sempurna banyak yang mengatakan bahwasannya “ Maqoman Mahmudah “ adalah Kedudukan yang terpuji disisi Allah, hal tersebut menjadi sangat benar kalau diartikan kedalam Bahasa Indonesia, namun apakah Bentuk dari keduduakan yang terpuji padas sisi Allah jarang dijelaskan, maka pada kesempatan kali ini kami akan mencoba mengangkat tentang bagaimana serta bentuknya seperti apa ketika seseorang mendapatkan peringkat Maqoman Mahmudah. Tulisan ini di Ilhami dari kitab Laduna Ilma Jilid 5 dengan Nara Sumber Imam Awal. jum'at (18/12/2020)


1 Penjelasan Allah tentang hukum maqomanmahmudah.


Qs : Al Israa Ayat 79 


وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا


Artinya :

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajjutlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke Maqoman Mahmudah (tempat yang terpuji.


Hadits :


اَللّٰهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ . آتِ مُحَمَّدًانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ, وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَّحْمُوْدًانِ الَّذِيْ وَعَدْتَهُ ,  إِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادِ


Artinya :

"Siapa yang berdoa setelah mendengar adzan dengan doa: "Ya Allah Pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang ditegakkan ini, berikanlah wasilah dan keutamaan kepada Muhammad dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji (Maqoman Mahmudah) yang telah Engkau janjikan untuknya." Maka, halal syafa'atku baginya pada hari kiamat." (HR. Bukhari 579)


Firman Allah serta hadits nabi diatas inilah yang menjelaskan kepada kita tentang kedudukan terpuji disisi Allah (Maqoman Mahmudah) 


Perhatikan kalimat khusus pada kalimat : “ bersembahyang tahajjutlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke Maqoman Mahmudah (tempat yang terpuji “  .dari firman Allah tersebut diatas ini , maka kita bisa mengambil belajaran bahwasannya kalimat tersebut berbentuk kalimat perintah . yakni Allah Swt memerintahkan agar manusia melakukan ibadah tambahan pada waktu pertengahan malam ( Qiyamulail) , kenapa Allah Swt memerintahkan manusia untuk melakukan (Qiyamulail) , tujuannya cuman satu yakni untuk bisa mendapatkan “ Maqoman Mahmudah “ yakni kedudukan yang mulia disisi Allah , perintah tersebut datangnya dari Allah , sesuatu yang diperintahkan Allah untuk dilakukan manusia adalah Sunnahtullah , sehingga Maqoman Mahmudah merupakan sunnahtullah. 


Kemudian dijelaskan pada hadits pendukung silahkan perhatikan kalimat pada hadits tersebut diatas : “  angkatlah dia ke tempat yang terpuji (Maqoman Mahmudah ) yang telah Engkau janjikan untuknya." Dari kalimat tersebut diatas kita mndapatkan pelajaran , bahwasannya seorang muslim diperintahkan Nabi untuk berdo’a ketika adzan telah selesai dikumandangkan . 


“angkatlah dia ke tempat yang terpuji (Maqoman Mahmudah ) yang telah Engkau janjikan untuknya” dengan adanya kita berdo’a memohon agar Allah mengangkat derajat Rosulullah kepada kedudukan Maqoman Mahmudah “ sebetulnya bukan untuk keduduakn Rosul. kenapa ? karena Rosulullah sudah diangkat Allah menjadi Nabi dan Rosul. 


ini sudah jelas bahwa Beliau Nabi Muhammad Saw , sudah mendapatkan derajat tersebut. selaku seorang Nabi dan Rosul. itu artinya Rosulullah sudah mendapatkan derajat tersebut yakni Maqoman Mahmudah. tetapi kenapa Nabi perintahkan umatnya untuk berdo’a seperti itu ? ini agar supayah dengan adanya kita berdo’a bersyukur karena Rosulullah telah mengeluarkan kita dari kegelapan menujukejalan Cahaya , sehingga Allah akan mengangkat derajat kita sampai bisa mencapai Maqoman Mahmudah tersebut. 


inilah kenapa kita diperintahkan Nabi untuk berdo’a. initinya do’a tersebut akan kembali kepada diri kita, dengan adanya hadits tersebut diatas kita juga mendapatkan pelajaran bahwa Nabi memerintahkan kita untuk berdo’a kepadanya agar bisa memperoleh derajat yang terpuji di sisi Allah yakni Maqoman Mahmudah , sehingga perintah nabi merupakan sunnahturosul.  


Perhatikan kalimat : “ hendaknya kamu sholat tahajjud pada pertengahan malam , kirannya dengan itu Allah memberikan kepadamu kedudukan yang terpuji  “ Maqomanmahmudah” dari ayat inilah kita mengenal suatu istilah “ Maqomanmahmudah” dan ini tidak terdapat pada ayat yang lain , satu-satunya tunggal penjelasan Allah bahwasannya ada suatu pahala, suatu keutamaan atau suatu fadhilah yang namanya “ Maqomanmahmudah” yang dalam bahasa indonesia adalah kedudukan yang terpuji. 


lalu tugas kita selaku manusia adalah mencari apakah yang dimaksud Allah dalam kalimat “ Maqomanmahmudah” apakah haqiqat dari maqomanmahmudah tersebut. serta apakah kesejatiannya ? dan saya (Nara sumber) , untuk bisa mendapatkan jawaban yang pasti yang memiliki standar akademis , maka saya telah mendatangi para ulama yang berada di jawa , sulawesi dan lain-lain  sampai sempat saya bertanya kepada ulama yang berada di negara tetangga singapur , untuk bisa mendapatkan jawaban yang pasti yang memiliki standar akademis , namun akhirnya saya tidak mendapatkan jawaban tersebut. 


penjelasan dari para ulama yang saya temui bersifat global . bahwa maqoman mahmudah adalah kedudukan yang mulia disisi Allah kelak disurga, itulah jawaban dari mereka. sehingga saya (Nara Sumber ) berkeyakinan pasti ada sesuatu rahasia yang terkandung didalam kalimat “ Maqomanmahmudah” tersebut. 


maka akahirnya saya lebih menekuni untuk belajar agar bisa mendapatkan makna yang sejati dari kalimat tersebut yang berakhir pada kebuntuhan. bayangkan saja kurang lebihnya (20) tahun telah berlalu , tetapi masih tertinggal didalam qalbu saya (Nara Sumber) tentang apakah sejatinya dari “ Maqomanmahmudah” tersbut. 


tiba-tiba tatkala pada waktu sholat subuh , setelah selesai sholat , saya (Nara Sumber) merasa tahu apakah yang dimaksud dengan kesejatian dari “Maqomanmahmudah” ada suatu pengertian yang menghujam dalam qalbu saya bahwa yang dimaksud maqoman mahmudah itu ada lima :


Maqoman Mahmudah Mempunyai 5 Tingkatan


1. Abdullah ( Hamba Allah ) 

2. Hizbullah ( Penolong Agama Allah )

3. Khalifatullah ( Wakil Allah )

4. Waliyullah ( Kekasih Allah )

5. Nabiyullah ( Utusan Allah )


Yang saya (Nara Sumber) yakini bahwa itu datangnya dari Allah . yang merupakan didikian dari Allah Swt bagi orang-orang yang benar-benar mencari kebenaran yang sejati. akan tetapi kita tidak bisa menjadikan Ilmu Laduni sebagai dalil , maka kita akan mencoba mengorientasikannya ke dalam Al qur’an benarkah apa yang dimaksud dengan “ Maqoman mahmudah “ adalah Abdullah , Hizbullah ,Khalifatullah , Waliyullah serta Nabiyyullah “ benar-benar ada didalam Al Qur’an nul karim.


#   Tanda bagi orang yang memperoleh maqoman mahmudah 


Abdullah ( Hamba Allah ) Tandanya :

- Banyak orang yang memberi salam kepadanya .

- Bermimpi atau dimimpikan orang , berpakaian ihram dengan kepala gundul (botak ).

Hizbullah ( Penolong Agama Allah ) tandanya :

- Banyak orang yang meminta fatwa kepadanya dan terlibat dalam urusan membangun kemajuan Agama .

- Bermimpi atau dimimpikan orang , berpakaian tentara .

- Bermimpi atau dimimpikan orang , berpakaian ghamis dan surban , lebih baik lagi kalau menunggang kuda putih .

Khalifatullah ( Wakil Allah ) Tandanya :

- Orang tersebut sudah mendapatkan mandat dari Allah atas sebagian fenomena alam .

- Banyak makhluk Allah misalnya : Malaikat , bidadari , hewan , tumbuh-tumbuhan . benda mati seperti batu-batuan , logam dan lain-lain memberi salam kepadanya . 

- Bermimpi atau dimimpikan orang , berambut putih diseluruh tubuhnya .

Wali Allah ( kekasih Allah ) tandanya :

- Terlihat karomah pada orang tersebut .

- Mampu menerima wahyu dan dapat berbicara dengan Allah (Kalamullah ).

- Bermimpi atau dimimpikan orang , bahwa ia wali Allah .

Nabi Allah ( Utusan Allah ) tandanya :

- Dapat berbicara dengan Allah (Kalamullah)

- Mereka adalah penerima kitabullah atau suhuf . (T.L)

Iklan

iklan