Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Arrijalul Ghaib Menjadi Persyaratan Utama didalam Meraih Pengenalan Kepada Allah

Republiknews
Minggu, 10 Januari 2021, Januari 10, 2021 WIB Last Updated 2021-01-10T18:48:39Z


Republiknews.com – Bitung, Majelis Bulanan yang digelar pada Minggu (11/1/2021),  bertempat di Rumahnya Kel. Imam Yono, kelurahan Pateten, Kompleks Pasar Bitung Dihadiri oleh Jama’ah dari Manado dan sekitarnya.


Pertemuan Bulanan tersebut, menjadi agenda rutin bagi Jama’ah Laduna Ilma yang berada di seputaran Manado termasuk Kota Bitung. Dalam pertemuan tersebut seperti biasanya para Imam Senior yang hadir, diberikan kesempatan untuk memberikan pencerahan kepada Para Jama’ah yang hadir.


Kesempatan pertama setelah acara dibuka oleh Imam Haris Wibowo, diberikan kepada Imam Masyudhi yang berasal dari daerah Minahasa Utara. Dalam Pencerahannya Imam Yudhi cenderung memberikan tentang Persoalan Akhlakul Karimah. 


Betapa pentingnya bagi Jama’ah untuk bisa menghadiri setiap acara keagamaan yang digelar khususnya acara Silaturahmi bulanan seperti sekarang ini, nilai-nilai tentang kebaktian dari seorang murid terhadap Gurunya serta melaksanakan apa yang diperintahkan Allah yang disampaikan dalam hadits nabi, tentang peribadatan serta amal sholeh. 


Selanjutnya kesempatan kedua diisi oleh Imam Tamrin yang mengangkat tentang betapa pentingnya bagi kita dalam bersedekah, lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa sedekah bisa menghantarkan seseorang mencapai peringkat pengenalan terhadap Allah. Tentunya didalam bersedekah haruslah mengikuti tuntunan yang sudah, ada baik secara terang-terangan ataupun secara sembunyi-sembunyi.


Imam Ronny Usulu melanjutkan pencerahan di kesempatan ketiga, beliau lebih cenderung kepada nasihat yang bersifat spiritual, agar sekiranya kita jangan pernah menilai seseorang itu dari tampilan luarnya saja.


Karena sangat jelas didalam Al Qur’an diajarkan kepada manusia untuk mencari Jalan Pendekatan. Terkhusus bagi amalan sholat, jangan cepat-cepat kita menilai seseorang kemudian secara serta merta langsung menuding bahwa orang tersebut tidak pernah melakukan Ibadah Sholat. 


Lebih lanjut beliau menyampaikan bukankah kita sama-sama ketahui bahwasannya dalam melaksanakan Sholat, Allah memberikan keringanan kepada Manusia, bila tidak mampu melakukan dengan berdiri maka dibenarkan dikerjakan secara duduk. Dan kalau dudukpun tidak bisa dilakukan, maka kita dibenarkan untuk berbaring, itupun menurut beliau masih bisa dikerjakan dengan menggunakan Isyarat bila keadaan kita benar-benar tidak memungkinkan lagi. 


Selanjutnya pencerahan disampaikan oleh Imam Lajuru yang merupakan pensiunan tentara yang lebih cenderung menceritakan tentang pengalaman pribadi yang mengandung banyak pelajaran yang bisa diambil, yang kesimpulannya dititik beratkan kepada sifat Tawadhu rendah Hati, karena setinggi apapun Ilmu yang kita peroleh bila kita tidak pernah menghormati Guru pembimbing kita dalam artian meremehkan Guru kita, maka cepat ataupun lambat hukuman Pasti akan diberikan Allah kepada kita.


Setelah Pencerahan-pencerahan yang disampaikan oleh para Imam senior selesai, seperti biasanya Imam Haris Wibowo merangkumkan pencerahan-pencerahan tersebut menjadi satu mata kuliah yang sangat berbobot. 


Kali ini dari rangkuman tersebut menjadi suatu mata Kuliah. inti dari mata kuliah tersebut untuk bisa mencapai Jalan Pengenalan terhadap Allah adalah Mila Ibrahim yang bertujuan menjadikan manusia tersebut benar-benar seorang lelaki sampai dihadapan Allah “ Rijalul Ghaib “. 


Yang pada ujungnya mencapai “ Insanul Kamil “ . terkait penyampaian dari Imam Haris Wibowo untuk bisa meraih kedudukan Waliyullah, maka harus dibekali oleh dua macam Nur yakni Nurul Iman dan Nurul Ilmi Dampak dari Nurul Iman akan melahirkan Akhlakul Karimah, sedangkan dampak dari Nurul Ilmi bisa melahirkan Karomah. 


Jalannya hanya satu yakni tempuh dengan sebenar-benarnya tentang Pelajaran Mila Ibrahim serta benar-benar memahami apakah Dinul Islam, yang diawali dengan Rukun Islam yang memiliki 5 arkanil, Rukun Iman denga 6 arkanil, serta ihsan denga ketiga rukun yang mengikutinya, sehingga kita benar-benar akan mampu meraih “ Thareqatul Aulia “ sebagaimana yang di ajarkan oleh Almarhum Guru besar kita, Dan bila itu mampu diraih oleh kita, maka kita akan berjaya didalam kehidupan serta mendapatkan kesempurnaan pada saat kita kembali menghadap Sang Robbul Jalil, tutup Imam Haris Wibowo. (T.L)

Iklan

iklan