Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

DUA MACAM AMALAN di DALAM ISLAM

Republiknews
Jumat, 05 Maret 2021, Maret 05, 2021 WIB Last Updated 2021-03-06T04:28:50Z


Republiknews.com, Di dalam Islam manusia diajarkan untuk bisa mempelajari serta mengamalkan dua macam amalan , apakah dua macam amalan tersebut :


Hadits :


حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا أَبُو حَيَّانَ التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ مَا الْإِيمَانُ قَالَ الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَبِلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ قَالَ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ قَالَ مَا الْإِحْسَانُ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ وَسَأُخْبِرُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا إِذَا وَلَدَتْ الْأَمَةُ رَبَّهَا وَإِذَا تَطَاوَلَ رُعَاةُ الْإِبِلِ الْبُهْمُ فِي الْبُنْيَانِ فِي خَمْسٍ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ تَلَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ } الْآيَةَ ثُمَّ أَدْبَرَ فَقَالَ رُدُّوهُ فَلَمْ يَرَوْا شَيْئًا فَقَالَ هَذَا جِبْرِيلُ جَاءَ يُعَلِّمُ النَّاسَ دِينَهُمْ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ جَعَلَ ذَلِك كُلَّهُ مِنْ الْإِيمَانِ


Artimya :


" Ayahku Umar bin khatab ,menceritakan kepadaku sebagai berikut :


Pada suatu hari ketika kami sedang berada disisi Rosulullah SAW , sekonyong-konyong muncul dihadapan kami seorang laki-laki berpakaian sangat putih dan berambut sangat hitam. tidak terlihat padanya bekas perjalanan dan tidak seorangpun diantara kami mengenalnya. Dia langsung duduk kedekat Nabi saw, lalu disandarkan lututnya kelutut Nabi dan diletakkannya kedua telapak tangannya kepahanya " Dia berujar,  " Ya Muhammad. TERANGKANLAH KEPADAKU TENTANG ISLAM”

 

Jawab Nabi SAW , ISLAM IALAH :


- Mengaku tidak ada Tuhan selain Allah dan Bahwa Muhammad Rosulullah .

- Mendirikan Sholat 

- Membayar Zakat

- Puasa Ramadhan

- Haji kebaitullah, jika engkau sanggup melaksanakannya ".

Engkau benar, Kata orang itu. kata Ayahku Kami heran terhadap orang itu, Dia yang bertanya tetapi diapula yang mengatakan benar. kemudian orang itu berkata Pula :


" TERANGKAN KEPADAKU TENTANG IMAN "


Jawab Nabi SAW , " IMAN IALAH "


- Beriman kepada Allah

- Beriman kepada Malaikat-Nya

- Beriman kepada Kitab-kitab-Nya

- Beriman kepada Para Rasul-Nya

- Beriman kepada Qadar baik maupun Buruk 

- Beriman kepada Hari qiyamat 


Kata Orang itu Engkau benar. Kemudian dia berkata pula, terangkan kepadaku tentang IKHSAN :


Jawab Nabi SAW :


IKHSAN IALAH :


Menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. sekalipun engkau tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu. 

"Katanya pula ,terangkanlah kepadaku tentang KIAMAT, " Jawab Nabi ; " Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari pada yang menanya ", Katanya.  Terangkanlah kepadaku tanda-tandanya : Jawab Nabi SAW : " Apabilah hamba sahaya perempuan telah melahirkan majikannya dan Apabila Orang-orang Dusun yang melarat telah bermewah-mewah digedung-gedung nan Indah. " (HR : MUSLIM NO 1, TERJEMAHAN SHAHIH MUSLIM HAL. 2-3).


Setelah kita mencermati hadits tersebut diatas maka kita akan mengambil pelajaran yang terkandung didalam hadits tersebut tentunya pelajaran yang kita ambil ada kaitannya dengan tema yang sedang kita bicarakan. Didalam DINUL ISLAM (Agama Islam), terdapat tiga perintah sesuai dengan urutan dari pertanyaan Jibril as kepada Nabi Saw.


· Apakah Islam .

· Apakah Iman .

· Apakah Ihsan .

Ketiga pertanyaan dari Jibril as dijelaskan oleh Nabi Saw, Islam memiliki (Lima rukun), dan Iman memiliki (Enam rukun) serta Ihsan dengan rukun yang mengikutinya. sehingga dengan adanya keterangan dari Hadits Muslim tersebut kita mengambil sebuah kesimpulan bahwasannya Didalam DINUL ISLAM terdapat (dua) macam amalan yakni :


· Amalan Iman

· Amalan Ilmu 


Kenapa demikian ? bila kita memperhatikan (Rukun Islam) yang memiliki kelima point maka kita mendapatkan pelajaran bahwasannya seluruh muatan dalam (Rukun Islam) merupakan Amalan Dzahiriyah yang berdampak kepada Bathiniyah.


· Ucapan dua kalimat syahadah

· Mendirikan sholat

· Membayar dzakat

· Berpuasa pada bulan Ramadhan

· Haji kebaitullah 


Seluruh muamalah yang akan kita lakukan didalam perintah Islam ini, adalah perbuatan dzhahiriyah yang berdampak kepada Bathiniyah, kenapa dampaknya kepada Bathiniyah ? contoh didalam Sholat kita dianjurkan untuk berprilaku Khusyu. Nah, khusyu inilah yang disebut dengan nuansa bathiniyah. baik memberikan dzakat, puasa, haji, kesemuanya itu berdampak kepada bathiniyah.  tetapi tatacaranya menunjukan perbuatan dzahiriyah. inilah yang disebut dengan AMALAN IMAN.


Kemudan amalan Ilmu, perhatikan pertanyaan kedua dari Rosulullah Saw kepada jibril as, apakah Iman itu :


· Percaya kepada Allah

· Percaya kepada para Malaikat

· Percaya kepada kitab-kitab-Nya

· Percaya kepada para Rosul-Nya

· Percaya kepada Hari qiamat

· Percaya kepada Qada, dan Qadar (Baik dan Buruk) 


Keenam perintah tersebut merupakan perintah bathiniyah yang berdampak kepada Dzhahiryah.


Dari pembahasan diatas bisa disimpulkan bahwasannya Al Qur’an wajib untuk kita Imani karena Al qur’an juga merupakan Ilmu didalam Islam. adapun amalan yang akan kita lakukan menyangkut dengan perihal Al Qur’an sebagai amalan Ilmu akan dikemukakan hadits-hadits pendukungnya.


· AL QUR’AN SEBAGAI IMAM


Hadits :


عَلَيْكُمْ بِالْقُرْأَنِ فَاتَّخِذُوْهُ إِمَاماً وَقَائِدًا فَإِنَّهُ كَلَامُ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ الَّذِي هُوَ مِنْهُ وَإِلَيْهِ يَعُوْدُ فَأَمِنُوْ بِمُتَشَا بِهِهِ وَاعْتَبِرُوْا بِأَمْثَالِهِ


Artinya :


Kamu harus berpegang kepada al qur'an maka jadikanlah ia imam dan qoidan (penglimamu) karena sesungguhnya ia adalah firman Tuhan sekalian alam yang ia berasal dari-Nya dan kepadan-Nya ia kembali, maka berimanlah akan kata-kata mutasyabihnya dan bersuri tauladanlah dengan contoh contohnya. (HR. Ibnu Syahin dalam As Sunnah dan Ibnu Mardawiyah dari Ali, Al Jami’ us Shaghier 3, hal. 466)


Hadits diatas inilah yang menjelaskan kepada kita bahwasannya Al Qur’an merupakan Amalan Ilmu yang bisa bertindak sebagai Imam bagi pemilikinya. perhatikan kalimat ; “ Kamu harus berpegang kepada al qur'an maka jadikanlah ia imam dan qoidan “ kalimat ini sangat jelas , bahwa kita diperintahkan Nabi untuk menjadikan Al Qur’an sebagai IMAM, imam artinya pemimpin, sehingga Al Qur’anlah yang akan memimpin spiritualitas kita dalam melaksanakan seluruh yang diperintahkan Allah. sedangkan QOIDAN adalah panglima, yang senantiasa akan melindungi kita dari segala macam marah bahaya.


· AL QUR’AN SEBAGAI ILMU


Hadits :


عن مغىث عن كعب قل علىكم بالقر ان قاته فهم العقل وتور الحكمة وىنابىع الطم واحدث الكثب بالرحمن عهدا


Artinya :

Dari Mughits, dia berkata : “ Hendaklah kalian berpegang pada Al Qur’an karena sesungguhnya dia adalah pemahaman akal dan Nur Al Hikmah dan sumber Ilmu ( Ad Darimi 3193 kitab fadhoilul Qur’an).

 

Atsar :


قَالَ أَبُو مُحَمَّد قَالَ وُهَيْبُ بْنُ الْوَرْدِ اجْعَلْ قِرَاءَتَكَ الْقُرْآنَ عِلْمًا وَلَا تَجْعَلْهُ عَمَلًا


Artinya:


Abu Muhammad berkata Dari Wuhaib Al Wardi dia berkata, Jadikanlah bacaan Qur’anmu sebagai Ilmu dan jangan kau jadikan dia sebagai amalan. (Ad Darimi mukaddimah 3179)


Sebuah hadits dan atsar sahabat inilah yang menjelaskan kepada kita bahwasannya Al Qur’an adalah Ilmu. perhatikan kalimat pada hadits diatas ; “ Hendaklah kalian berpegang pada Al Qur’an “ dan kalimat “ dan sumber Ilmu. “ kalimat ini sangatlah jelas bahwasannya Nabi menjelaskan kepada kita untuk berpegang kepada Al Qur’an, kenapa karena Al Qur’an merupakan Sumber Ilmu artinya Al Qur’an bisa menjadi Ilmu bagi kita. 


untuk lebih jelasnya lagi silahkan perhatikan kalimat pada atsar sahabat tersebut ; “ Jadikanlah bacaan Qur’anmu sebagai Ilmu “ lalu kalimat “ jangan kau jadikan dia sebagai amalan. “ nah kalimat ini sangatlah jelas, bahwasannya kita dalam perihali membaca Al Qur’an, maka kita akan mendapatkan pahala dari bacaan kita tersebut tetapi yang kita dapati adalah Nurul Imannya saja, sehingga kalimat pada atsar sahabat tersebut menerangkan bahwasannya jangan kita hanya menjadikan bacaan Al Qur’an sebagai amalan Iman atau hanya mendapatkan NURUL IMANNYA saja, akan tetapi lebih khusus dijadikan sebagai amalan ILMU sehingga Al Qur’an benar-benar bisa menjadi IMAM serta QOIDAN bagi pembacanya.


· AL QUR’AN YANG SEJATI BERBENTUK NUR


Hadits :


عن ابن عباس قل بىدما جبرىل قاعد عدد النبى صلى الله علىه وسلم سمع نقىضا مت فو قه فر فع راسه فقل هدا باب من السماء فتح الىوم لم ىقدح قط وقل ابسر بذورىن اوتىتهما لم ىوءهما نبى قبلك قاتحه الكاءب وخو اتىم سورة البقرة لن تقرا بحرف مدهما الا اعطىه الا الىوم قدزل منه ملك فقل هذا ملك نزل الى الارض لم ىنزل قط الا الىوم فسلم


Artinya :

Dari Ibnu Abbas dia berkata ketika jibril duduk disisi Rosulullah Saw terdengar derit dari atas beliau maka jibril berkata, “ Inilah pintu langit yang dibuka hari ini tak dibuka selain hari ini maka turunlah dari pintu itu malaikat jibril berkata ini malaikat yang turun kebumi yang tidak turun kecuali hari ini dan mereka mengucap salam, jibril berkata Berila kabar gembira dengan dua Nur yang keduanya diberikan kepadamu yang tidak diberikan kepada nabi sebelummu yaitu Fathihatul kitab dan penutup surat Al Baqarah yang tidak kalian baca kecuali diberikan kepada kalian (HR : Muslim 1339 Solatul Musafirin)


Hadits


القران هو النور المبىن والذكر الحكىم والصراط المستقىم


Artinya :


Al Qur’an ialah Nur yang nyata, peringatan yang bijaksana dan jalan yang lurus ( HR,Baihaqi , mukhtarul Hadits , hal .484).


Kedua hadits diatas inilah yang menjelaskan kepada kita bahwa sejatinya Al Qur’an adalah berbentuk Nur, untuk itu silahkan perhatikan kalimat ; “ jibril berkata Berila kabar gembira dengan dua Nur yang keduanya diberikan kepadamu yang tidak diberikan kepada nabi sebelummu. “ kalimat ini sangat jelas bahwasannya jibril berkata kepada Rosulullah, bahwasannya kedua Al Qur’an dalam bentuk surat diberikan kepada Rosulullah dengan berbentuk NUR, dan ini hanya diberikan kepada Rosulullah dan Umatnya, tidak diberikan kepada Nabi yang lain. 


surah apakah itu yang berbentuk NUR ? , maka perhatikan kalimat selanjutnya pada hadits diatas “ yaitu Fathihatul kitab dan penutup surat Al Baqarah “ nah maka menjadi jelas kedua surah tersebut adalah Al Fatihah, dan Akhir atau penutup dari Surat Al Baqarah. apakah itu ? yaitu Amanah Rosul. lalu bagaimanakah NURnya bisa turun kepada kita ? , perhatikan akhir kalimat dari hadits tersebut diatas ; “ yang tidak kalian baca kecuali diberikan kepada kalian “ nah maka menjadi jelas, bila kita tidak mengamalkannya, maka mustahil NURnya Al Qur’an bisa turun menjadi IMAM serta QOIDAN bagi diri kita. 


untuk jelasnya silahkan perhatikan kalimat pada hadits kedua ; “ Al Qur’an ialah Nur yang nyata “ kalimat ini sangat-sangat jelas, dimana Nabi menjelaskan bahwasannya Al Qur’an merupakan NUR yang nyata yang mampu mengantar pengamalnya menuju JALAN YANG LURUS. perhatikan kalimat terakhir dari hadits kedua ; “ dan jalan yang lurus. “ setelah seseorang telah mendapatkan Nurnya Al Qur’an maka orang tersebut dikatan ALIMA atau ULAMA, orang yang ber Ilmu. lantas apakah Manfaat dari Ilmu Al Qur’an tersebut, maka kita lanjut pada pembahasan selanjutnya :


· ILMU MEMBERKATI JASAD


Hadits :


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ فِي شَبِيْبَتِهِ اِحْتَلَطَ الْقُرْآنُ بِلَحْمِهِ وَدَمِهِ وَمَنْ تَعَلَّمَهُ فِي كِبَرِهِ فَهُوَ يَتَفَلَّتُ مِنْهُ فَلاَ يَتْرُكُهُ فَلَهُ أَجْرُهُ مَرَّتَيْنِ


Artinya :


Dari Abu Hurairah ra rasulullah bersabda: “ barang siapa mempelajari Al qur’an di waktu mudanya, maka al qur’an bercampur (bersatu) dengan dagingnya, dan barang siapa mempelajari al qur’an di masa tuanya, maka alquran mengambil dengan cepat dan tidak meninggalkan dia dan baginya dua pahala. (Baihaqi, sunan soghir fadhoil qur’an 967).


Hadits inilah yang menjelaskan bahwasannya bila Al Qur’an sudah menjadi Ilmu bagi pengamalnya maka Al Qur’an yang disebut dengan ILMU tersebut bisa memberkati jasadnya seseorang, dengan kata lain orang tersebut tidak akan mengalami kehancuran ataupun membusuk jasadnya ketika dia menghadap Allah kelak (Meninggal Dunia) karena seluruh jasadnya akan diberkati oleh Ilmu. 


perhatikan kalimat pada hadits tersebut diatas ; “ barang siapa mempelajari Al qur’an di waktu mudanya “ dan kalimat “ maka al qur’an bercampur (bersatu) dengan dagingnya “ kalimat ini sangat jelas , bahwa Orang yang mendapatkan NURnya Al Qur’an maka Al Qur’an tersebut akan bertindak sebagai ILMU, akan bercampur dengan dagingnya. 


perlu dikatahui bahwa seluruh jauhar yang ada pada tubuh kita yang tidak berbentuk najis akan diberkati oleh Ilmu yang disebut dengan Al Qur’an tersebut. kemudian kalimat ; “ , dan barang siapa mempelajari al qur’an di masa tuanya “ lalu kalimat “ maka alquran mengambil dengan cepat dan tidak meninggalkan dia “ maksud dari kalimat ini bila seseorang yang memiliki Al qur’an yang sudah masuk kepada usia lanjut dalam menghadapi kematiannya, maka Al Qur’an akan membawanya dengan cepat sehingga ada yang kita lihat meninggal lantas lenyap atau sirnah, bila dia memiliki Al Qur’an maka itu merupakan suatu bukt dari kebenaran Ilmu yang dipelajarinya. 


kemudian pada kalimat yang terakhir : “ dan baginya dua pahala. “ kalimat ini juga jelas, yang diperolehnya adalah Dua bentuk NUR. yang penjelasannya tidak mungkin dijabarkan disini, kenapa ? karena ini merupakan Hakikat dari pada jalan KEWALIAN. sedangkan kita sedang membahas tentang Al Qur’an sebagai Ilmu.


· ORANG ALIM / ULAMA ( ORANG YANG BERILMU ) MAMPU MENGATASI HURU HARA KUBUR

Hadits :


عندما يتم دفن شخص ميت ، يتم زيارته بالتناوب بواسطة أربعة حرائق. تأتي الصلوات لإطفاء حريق واحد ، وتأتي الصيام ثم إطفاء حريق واحد ، وتأتي صدقات لإطفاء حريق واحد ، وتأتي المعرفة ثم إطفاء الحريق الرابع. ثم يقول العلم: "لو رأيت تلك الحرائق الأربعة ، لكنت أطفئها جميعًا وسرحت ، لذلك أنا معك وأنت لست حزينًا


Artinya :


“Apabila seorang mati telah dikuburkan, ia di datangi secara bergantian oleh empat api. Datanglah sholat memadamkan satu api, dan datang puasa lalu memadamkan satu api, datang sedekah memadamkan satu api serta datang ilmu lalu memadamkan api yang ke empat. Kemudian ilmu berkata : “Seandainya aku melihat ke empat api tersebut, sudah pasti aku memadamkan semuanya dan bergembira, maka aku bersama anda dan andapun tidak besedih hati.” (Hadits Rasul kepada Ali r.a., Mutiara Hikmah Ali Bin Abi Thalib ra, Jilid 2, hal. 14).


Hadits diatas inilah yang menjelaskan bahwasannya orang Alim / Ulama yang memiliki Ilmu Al Qur’an, mampu mengatasi huru hara kubur dengan Ilmunya. perhatikan kalimat ; “ Apabila seorang mati telah dikuburkan, ia di datangi secara bergantian oleh empat api “ kalimat ini sangat jelas, bahwasannya bila seseorang meninggal kelak maka dia akan didatangi oleh ke empat macam api yang akan mendatanginya silih berganti. 


kemudian kalimat : “ Datanglah sholat memadamkan satu api, dan datang puasa lalu memadamkan satu api, datang sedekah memadamkan satu api “ kalimat ini juga sangat jelas, bahwa api pertama yang datang hendak menghanguskan seluruh tubuh orang tersebut akan dipadamkan oleh Amalan Sholatnya, kemudian api yang kedua akan dipadamkan oleh Amalan Saumnya, kemudian api yang ketiga akan dipadamkan oleh Amalan sedekahnya. 


lalu kalimat ; “ serta datang ilmu lalu memadamkan api yang ke empat. “ kalimat ini juga sangat jelas ILMU datang lalu mematikan api yang keempat. bila kita perhatikan ketiga amalan yang pertama yang datang untuk memadamkan api yang 1-3 tidak ada keterangan apa. 


akan tetapi manakala ILMU datang memadamkan api yang ke empat maka ILMU berkata. perhatikan kalimat selanjutnya : “ Kemudian ilmu berkata : “ kenapa Ilmu berkata, apa yang dikatakan oleh ILMU tersebut ? perhatikan kalimat selanjutnya : “ Seandainya aku melihat ke empat api tersebut, sudah pasti aku memadamkan semuanya “ inilah ucapan yang dikatakan ILMU, artinya LMU mampu untuk memadamkan seluruh api yang datang ketika seseorang berada dialam Barzakh.

 

lantas apakah respon dari orang yang berilmu ketika mengetahui Ilmunya hadir membantunya ? maka perhatikan kalimat selanjutnya : “ dan bergembira, maka aku bersama anda dan andapun tidak besedih hati.” inilah respon dari orang Alim yang memiliki ILMU Al Qur’an, dia bergembira karena ILMUnya akan senantiasa bersama dengannya sampai Hari kiamat, dan bahkan diceritakan dalam Hadits – hadits yang lain ILMU Al Qur’an tersebut akan menuntunnya sampai bisa mendaki memasuki surga dll.  (T.L)

Iklan

iklan