Kenapa Manusia Bisa Menjadi Perusak (Mufsidhun)? Ini Jawabannya -->

 


Kenapa Manusia Bisa Menjadi Perusak (Mufsidhun)? Ini Jawabannya

Sabtu, 10 April 2021, April 10, 2021

 


Republiknews.com – Al-Fufsidhun adalah Perusak, Orang-orang yang berbuat kerusakan dimuka bumi termasuk melakukan Bom Bunuh diri, bukanlah merupakan ajaran Islam, karena Inti Dari Ajaran ISLAM yang dibawa Oleh Rosulullah SAW adalah Ajaran yang syarat dengan Rahmatan Lil Alamin, Manusia Muslim Menjadi Rahmat Atas Manusia Yang Lain, Bukan Menghancur Leburkan manusia yang Lain.


Qs: Albaqarah ayat 205


وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ ٱلْحَرْثَ وَٱلنَّسْلَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلْفَسَادَ


Artinya  : 


Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.


Qs: Ali Imran ayat 63


فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِٱلْمُفْسِدِينَ


Artinya :


Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.


Qs: Al Qhasas ayat 50


فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا۟ لَكَ فَٱعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَآءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ ٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ


Artinya  :


Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.


Qs: Al Baqarah ayat 30


وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ


Artinya :


Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".


Qs: Ar Ruum ayat 41


ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ


Artinya :


Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).


Hadits :


وَالْعَبْدُ الْفَاجِرُ يَسْتَرِيحُ مِنْهُ الْعِبَادُ وَالْبِلَادُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ


Artinya :


(Kematian) seorang hamba yang fajir (banyak berbuat maksiat) akan menjadikan manusia, negeri, pepohonan dan binatang terlepas (terhindar dari kerusakan akibat perbuatan maksiatnya) (HSR al-Bukhâri (6512) dan Muslim (no. 2245)

Hadits :


يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا


Artinya :


hai sekalian Muhajirin, lima perkara apabila menimpa kalian, dan aku berlindung kepada Allah dari kalian menjumpainya: Tidaklah merebak perbuatan keji (seperti zina, homo seksual, pembunuhan, perampokan, judi, mabuk, konsumsi obat-obatan terlarang dan lainnya) di suatu kaum sehingga mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan merebak di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un (semacam kolera) dan kelaparan yang tidak pernah ada pada generasi sebelumnya. . " (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim dengan sanad shahih. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam ash-Shahihah no. 106)


Hadits : 


عنْ أَبي سَعيدٍ سَعدِ بنِ مَالِك بنِ سِنَانٍ الخُدريِّ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم قَالَ: (لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ) – حَدِيْث حَسَنٌ رَوَاهُ ابْنُ مَاجَةَ، وَالدَّارَقطْنِيّ وَغَيْرُهُمَا مُسْنَدَاً، وَرَوَاَهُ مَالِكٌ في المُوَطَّأِ مُرْسَلاً عَنْ عَمْرو بنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيْهِ عَن النبي صلى الله عليه وسلم فَأَسْقَطَ أَبَا سَعِيْدٍ، وَلَهُ طُرُقٌ يُقَوِّيْ بَعْضُهَا بَعْضَاً


Artinya :


Dari Abu Sa’id, Sa’ad bin Malik bin Sinan Al Khudri radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Janganlah engkau membahayakan dan saling merugikan”. (Ibnu Majah no. 2341, Daruquthni no. 4/228, Imam Malik (Muwaththo 2/746)


Kelima Firman Allah dan 3 Hadits Nabi diatas inilah yang menjelaskan kepada kita Kenapa Manusia itu Menjadi Perusak Di Muka Bumi, dari firman Allah yang pertama ini kita mendapatkan dua makna yaitu :


Sebab seorang menjadi perusak .

Definisi apakah kerusakan itu . 


Sebab-sebab seseorang menjadi perusak adalah ; perhatikan kalimat pada firman Allah yang pertama “ Dan apabila ia berpaling dari mu “ maksudnya adalah lari dari ajaran Allah dan rosulnya yakni Al qur’an dan sunnah Nabi. bila manusia tela lari dari Al qur’an dan sunnah Nabi maka tidak ada jalan lain lagi selain menjadi perusak. dan apakah kerusakan itu ? perhatikan kalimat selanjutnya “ merusak tanam-tanaman,dan binatang ternak.“  kemudian pada ujung ayat “ dan Allah tidak menyukai kebinasaan “ maka menjadi jelas bahwa inti dari pada kerusakan tersebut adalah kebinasaan.  kebinasaan ternak, tanaman, pembabatan hutan (Illegal Loging), pembabatan bibit-bibit ikan yang disebut (Ilegal fishing) dengan menggunakan peralatan moderen (Pukat harimau) sampai ikan yang masih anakanpun ikut mati,  sehingga generasi dari ikan tersebut akan musnah. (Pemusnahan), dan seluruh bentuk pemusnahan adalah kerusakan.


Pada firman Allah yang kedua perhatikan kalimat “ Kemudian jika mereka berpaling dari kebenaran “ kalimat ini sangat jelas semisalnya ada orang yang tidak berpegang kepada kebenaran Al qur’an dan sunnah nabi, maka seharusnya dia mengikuti kata hati nuraninya karena Tuhan telah memberikan (Ruhul Insani) yang merupakan tiupan dari-Nya, tiupan dari Allah yang mengandung nilai kebenaran.  kebenaran sejati yang ada pada qalbu (Hati nurani) yang paling dalam, tanyakan pada dia tentang langkah yang kita ambil, apakah kebaikan ataukah kerusakan. sehingga dua faktor penyebab kerusakannya adalah : 


Bila seseorang lari dari agama. 

Lari dari kebenaran hati nuraninya. 


Pada firman Allah yang ketiga perhatikan kalimat “ mengikuti hawa nafsu mereka belaka “ dan kalimat “ dengan tidak mendapatkan petunjuk dari Allah sedikitpun “ kalimat mengikuti hawa nafsu adalah ingkar dari kebenaran hati nurani. kemudian tidak mendapatkan petunjuk dari Allah artinya tidak mengikuti jalan agama. sehingga pada ujung-ujungnya adalah lari dari kebenaran Al qur’an dan sunnah nabi.


Pada firman Allah yang ke empat perhatikan kalimat “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,” dan kalimat “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." Kedua kalimat tersebut menjelaskan bahwa pada dasarnya manusia itu suka dengan kerusakan serta pertumpahan darah, hal tersebut diketahui oleh malaikat. tetapi Allah mendebatnya, bahwa Allah lebih mengetahui segala sesuatu ketimbang para malaikat. karena pembuktiannya seperti itu, ada orang-orang yang benar-benar beriman serta bertaqwa kepada Allah,  kemudian ada juga para wali Allah yang senantiasa beribadah meng agungkan Allah tanpa henti-hentinya.  


Firman Allah selanjutnya perhatikan kalimat “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, “ kalimat ini menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi di jagad semesta ini disebabkan karena ulah tangan manusia yang cenderung kepada kesesatan yang dihasung oleh Iblis la’natullah kepada mereka, sehingga mereka berbuat kerusakan dengan tujuannya adalah kebinasaan. tanpa disadarinya bencana yang ditimbulkan oleh perbuatan mereka akan berbalik menghantam mereka, kenapa demikian. perhatikan kalimat selanjutnya “supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka,” dan kalimat “agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Nah ayatnya jelas, tujuan Allah agar mereka mau sadar dan bertaubat kepada Allah Swt, tentang perbuatan-perbuatan yang dilakukannya.


Kemudian dijelaskan dalam hadits pendukung yang pertama perhatikan kalimat “(Kematian)” seorang hamba yang fajir (banyak berbuat maksiat) “ dan kalimat “akan menjadikan manusia, negeri, pepohonan dan binatang terlepas (terhindar dari kerusakan akibat perbuatan maksiatnya).” dari kalimat-kalimat pada hadits diatas, kita mendapatkan kejelasan bahwa dengan matinya seseorang yang suka berbuat kerusakan yakni ahli maksiat kepada Allah, maka seluruh penduduk bumi akan sangat bersyukur dikarenakan terhindar dari keruskan yang akan diperbuatnya. 


Kemudian dijelaskan dalam hadits yang kedua dimana rosulullah menjelaskan bila sekirannya perbuatan yang mendatangkan kerusakan seperti berzinah, homo seksual, pembunuhan, perampokan, perjudian, mabuk, konsumsi obat terlarang dan lain-lainnya secara terang-terangan pada suatu kaum, maka Allah akan menurunkan bencana ditengah-tengah mereka yaitu penyakit Tha ‘un, semacam penyakit kolera serta kelaparan yang sangat luar biasa, yang akan menimpah mereka. dan pada hadits nabi yang terakhir dimana rosulullah menjelaskan “ janganlah engkau saling membahayakan “ serta kalimat “ dan saling merugikan “ karena hal tersebut adalah kerusakan yang akan berakhir dengan kebinasaan.  (T.L)

TerPopuler