Iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Apakah Yang Dimaksud Dengan Muthmainnathul Qulub Serta Meraihnya Bag.1

Republiknews
Kamis, 11 November 2021, November 11, 2021 WIB Last Updated 2021-11-12T07:05:30Z



Republiknews.com – Muthmainnathul Qulub (Jiwa yang tenang) sering kita dengar baik itu secara langsung melalui media TV ataupun dari Media Sosial, dengan adanya hal tersebut penulis mencoba untuk membuat tulisan terkait dengan yang dimaksud Muthmainathul Qulub atau Jiwa yang Tenang, Jumat (12/11/2021).


Ada lima Kata yang berangkai dengan muthmainatul qulub.

Nafsul Muthmainnah

Nafsul  Rahiima Robbi

Tathmainul Qulub

Taliinu Juluwdu wa qulub

Sakinatul Qulub

FaLa Haufun alaihim walahum Yahjanun


Qs : Al Fajar Ayat 27 – 30


يَا (أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ) ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي


Artinya :


Hai nafsu yang tenang kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya Maka masuklah kedalam jama'ah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku.


Qs : Yusuf Ayat 53


وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ (إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي) ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ


Artinya :


Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.


Qs : Ar Ra’du Ayat 28 


الَّذِينَ آمَنُوا (وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ) بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ


Artinya :


(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.


Qs : Az Zumar Ayat 23 


اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ (ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ) إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ


Artinya :


Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.


Qs : Al Fath Ayat 4 


هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ (السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ) الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا


Artinya :


Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,


Qs : Al Fath Ayat 18 


لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي (قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ) عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا


Artinya :


Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).


Qs : Al Baqarah Ayat 38 


قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ (فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ)


Artinya :


Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".


Ketujuh Firman Allah tersebut diatas inilah yang menjadi dasar hukum tentang (Muthmainatul Qulub), perhatikan kalimat pada firman Allah yang pertama yakni surah al fajar 27-30 khusus pada kalimat “Hai nafsu yang tenang kembalilah kepada Tuhanmu.” Kalimat ini sangat jelas wahai Jiwa yang tenang kembalilah atau mendekat kepada Tuhanmu, sehingga menjadi jelas bahwasannya Allah Swt memerintahkan kepada jiwa yang tenang untuk mendekat kepada Allah, sehingga menjadi suatu kepastian agar kita berusaha serta berupayah sehingga bisa mendapatkan ketenangan jiwa yang berlanjut dengan pendekatan diri kepada Allah Swt. 

 

Perlu dketahui bahwa jiwa yang panik, jiwa yang gelisah, jiwa yang penuh dendam, jiwa yang amarah, jiwa yang tamak (loba), yang terlalu tamak dalam urusan dunia, jiwa yang terlalu bergembira ria dalam menikmati hiasan hidup, serta semu bentuk jiwa, mustahil bisa mendekat kepada Allah Swt selain bentuk jiwa Muthmainnatul Qulub (Jiwa yang Tenang), sehingga wajib bagi kita untuk mengenalinya tentang (Muthmainnatul qulub).


Apa serta bagaimana untuk bisa mendapatkan muthmainatul qulub. sehingga kita bisa melangkah lebih lanjut untuk bisa mendekati Allah Swt. dan firman Allah tersebut sekaligus menjadi bentuk dasar hukum dari pada Muthmainatul qulub.

Pada firman Allah yang kedua yang menjadi dasar hukum muthmainatul qulub yakni surah yusuf 53 perhatikan kalimat “karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan,” dari kalimat ini kita mendapatkan pelajaran bahwasannya nafsu cenderung kepada perbuatan jahat, ini sangat jelas dikatakan oleh nabiyullah Yusuf as. Kemudian kalimat “kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.” jelas, bahwa hanya nafsu yang diberi rahmat yang bisa mendekati Allah Swt. 


Pada firman Allah selanjutnya yakni surah ar ra’du 28 perhatikan kalimat “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah.” kalimat ini juga sangat jelas, bahwasannya orang-orang yang beriman hati mereka menjadi tenteram dikarenakan senantiasa mengingat Allah. kemudian pada firman Allah selanjutnya yakni surah az zumar 23 perhatikan kalimat “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran.” Kalimat ini juga jelas, bahwasannya Al qur’an merupakan perkataan dari Allah yang paling baik, sehingga apabila seseorang membacanya akan mendatangkan dampak di dalam hatinya, perhatikan kalimat selanjutnya “gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.” sangat jelas, ketika mereka mengingat Allah dengan menggunakan perkataan terbaik dari Allah yakni ayat Al qur’an maka seluruh unsur diri termasuk hati akan menjadi tenang. 


Kemudian pada firman Allah selanjutnya yakni surah al fath 4 perhatikan kalimat “Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin.” Kalimat ini juga sangat jelas, bahwasannya hanya Allah Swt yang secara mutlak bisa memberikan ketenangan kepada seorang mu’min. kemudian kalimat “supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).” jelas, tujuan dari ketenangan jiwa agar bisa menambah keimanan kita di dalam hati yang sudah ada. 


Pada firman selanjutnya surah al fath 18 perhatikan kalimat “Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon,” dalam kalimat tersebut Allah telah meridhoi kaum muslimin yang berjanji setia kepada Rosulullah dibawa pohon, peristiwa ini dikenal didalam Islam dengan (Bai’atul Ridwan) kenapa Allah ridho kepada mereka? karena mereka melakukan pembai’atan kepada Rosulullah dengan penuh keimanan.


Kemudian perhatikan kalimat selanjutnya dengan bai’at yang mereka lakukan terhadap nabi dengan penuh keimanan “maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka.” jelas. dengan itu Allah Swt menurunkan ketenangan kepada mereka, kalimat ini sangat-sangat jelas, tidak perlu diotak-atik muhkamat. 


Kemudian pada firman Allah yang terakhir yakni surah al baqarah 38 perhatikan khusus pada kalimat  “maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." Kalimat ini merupakan kesempurnaan dari pada ketenangan yang diberikan Allah Swt kepada Para Wali-Nya. (talia)

Iklan

iklan