Iklan

Iklan

,

Iklan


Persiapkan Mahasiswa untuk KKN, Unika Ruteng Gelar Kegiatan Pembekalan

Republiknews
Senin, 11 Juli 2022, Juli 11, 2022 WIB Last Updated 2022-07-12T07:22:49Z


Manggarai,RepublikNews – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif, Selasa (12/07/2022) dan Rabu (13/07/2022).


 Kegiatan pembekalan yang berlangsung secara tatap muka di Aula Missio Unika Santu Paulus Ruteng diikuti oleh 700-an mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP). Selain narasumber dari internal kampus, kegiatan pembekalan ini juga menghadirkan Sekretaris Bapelitbangda Manggarai Barat sebagai pemateri. 


KKN Integratif Lintas Fakultas tahun ini akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, yaitu di 57 desa di 5 Kecamatan (Komodo, Mbeliling, Lembor, Lembor Selatan, dan Welak) mulai 14 Juli sampai dengan 20 Agustus 2022.


Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Prof. Dr. Yohanes Servatius Lon dalam keterangan tertulisnya menegaskaan arti strategis kegiatan KKN sebagai bagian integral  pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.


 “KKN adalah bagian integral dari tridharma. KKN adalah peluang untuk peningkatan kualitas diri dan kompetensi intelektual mhsw. KKN juga merupakan kesempatan untuk menerapkan dan meningkatkan pola pikir penelitian: temukan masalah, rumuskan masalah, kumpul data dan analisa data. KKN juga peluang pengabdian kepada masyarakat dan penerapan ipteks,” terangnya. 


Prof John juga menambahkan bahwa KKN adalah sarana untuk membangun kemitraan sekaligus ajang promosi diri dan lembaga ke tengah masyarakat. “Selain itu, KKN adalah peluang untuk membangun networking dan juga ajang promosi diri dan lembaga. Ini adalah momen belajar dan mengabdi demi kemajuan diri,” imbuhnya. 


Sementara itu Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng yang juga menjadi Ketua Panitia Pelaksana KKN Integratif Lintas Fakultas tahun ini, Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si mengungkapkan bahwa kegiatan KKN tahun ini hendak menjembatani dua dimensi kontemporer penting, yaitu semangat merdeka belajar dan perubahan-perubahan yang terjadi di tengah dunia.


 “KKN Integratif berusaha menjembatani dua dimensi kontemporer penting. Pertama, semangat merdeka belajar yang sedang menjadi salah satu strategi dan politik pendidikan andalan Indonesia kurang lebih 3 tahun terakhir. Merdeka belajar adalah sebuah filosofi sekaligus gerakan besar pembaharuan pendidikan Indonesia untuk membentuk generasi muda baru Indonesia dengan kapasitas multidimensi yang dibutuhkan pada masa sekarang ini. Kedua, di luar dunia kampus juga sedang terjadi perubahan-perubahan besar pada semua skala dan level kehidupan,” urainya


Lebih lanjut Dr. Maks mengatakan bahwa wujud perubahan yang paling nyata dan dekat dengan dunia kampus adalah apa yang tengah terjadi di Labuan Bajo. 


“Pada ranah lokal, salah satu perubahan besar yang paling dekat dengan UNIKA Santu Paulus Ruteng adalah kebijakan pengembangan pariwisata super-premium Labuan Bajo, Manggarai Barat. 


Unika Santu Paulus mempunyai kewajiban sosial untuk berjalan bersama masyarakat dalam menyambut perubahan besar sehingga dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat sendiri,” terangnya


Hal ini yang menurut Dr. Maks menjadi pertimbangan utama mengapa KKN tahun ini akan dilaksanakan di Kabupaten Manggarai Barat. 


KKN tahun ini bernaung di bawah tema “Merdeka dan Berdaya Menuju Pariwisata dan Masyarakat yang Adil, Mandiri, dan Berkelanjutan”. Sekitar 740 mahasiswa dari dua fakultas yaitu FKIP dan FPP akan menjadi peserta KKN tahun ini.


Menutup pernyataannya Dr. Maks menyatakan harapannya terkait pelaksanaan KKN tahun ini. “Kami sangat mengharapkan agar mahasiswa benar-benar memanfaatkan waktu dengan baik untuk melakukan dua hal, belajar dan mengabdi di tengah masyarakat. Ini adalah momentum penting untuk memeriksa dan mengevaluasi apakah pengetahuan yang anda peroleh selama ini juga merefleksikan perubahan-perubahan sosial yang terjadi sehingga Anda dapat memperbaiki apa yang masih kurang dalam proses kuliah di sini,” harapnya.


Dr. Maks juga berharap ada kerja sama antara mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan dalam seluruh proses KKN. 


“Kami mengajak mahasiswa dengan bantuan DPL dapat menunjukkan sikap, etika, moralitas, aspek religious dalam semangat Santu Paulus saat hadir dan hidup bersama masyarakat, orang tua, dan saudara/i Anda sendiri di tempat KKN. Anda diminta menunjukkan sikap-sikap yang berkenan secara sosial, menghormati keluarga2 yang menerima Anda. Jika Anda mengalami kesulitan, sampaikan kepada DPL Anda masing-masing,” pungkasnya



Nestor Madi

Iklan